Gunung Sinabung Kembali Meletus, Ketinggian Abu Capai 3 Km

Radius yang dikosongkan adalah 7 km di sisi selatan-tenggara dan 6 km di timur.

oleh Mevi Linawati diperbarui 15 Sep 2015, 12:29 WIB
Gunung Sinabung terlihat dari perkebunan yang rusak akibat luncuran awan panas pada April 2015 di Desa Sibintun, Karo, Sumatera Utara, Minggu (5/7/2015). Akibat letusan Sinabung, desa tersebut sudah tak lagi berbentuk. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus pada pagi tadi. Hujan abu cukup tebal di Brastagi, Kabanjahe, dan sekitarnya. Letusan ini adalah yang terbesar dalam seminggu terakhir.

"Sejak tadi pagi terjadi erupsi Gunung Sinabung," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima pada, Selasa (15/9/2015).

Pada pukul 05.25 WIB, terjadi awan panas guguran, sejauh 3.000 meter ke sektor Timur-Tenggara, tinggi kolom abu erupsi 2.500 meter. Arah angin sedang ke Timur.

Kemudian pada pukul 05.36 WIB, terjadi awan panas guguran, sejauh 3.000 meter ke sektor Timur-Tenggara, tinggi kolom abu erupsi 2.000 meter. Dan, pada pukul 08.20, terjadi awan panas guguran sejauh 4.000 meter ke Timur-Tenggara, tinggi kolom abu vulkanik 3.000 meter.

"Status AWAS (level IV), tremor menerus, aktivitas tinggi dan potensi erupsi susulan masih tinggi. Radius yang dikosongkan adalah 7 km di sisi selatan-tenggara dan 6 km di timur," kata Sutopo.

Sutopo mengatakan, tidak ada penambahan pengungsi. Saat ini pengungsi 2.572 jiwa atau 9.313 Kepala Keluarga di 9 pos pengungsian. Mereka berasal dari 9 desa yang direkomendasikan mengungsi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Semua kebutuhan dasar tercukupi. Anak-anak juga tetap bersekolah.

Sementara itu, hingga saat ini, sudah dibangun hunian tetap Tahap I untuk 370 rumah. Ada 112 hunian tetap di Desa Bekerah dan sudah ada aliran listrik. Kemudian 128 hunian tetap di Desa Sukameriah sudah selesai dibangun, namun spam dan listrik belum ada. Selain itu, 130 hunian tetap di Desa Simacem juga sudah selesai dibangun.

"Pada Rabu (9 September 2015) telah dilakukan pengundian hunian tetap untuk Simacem dan Sukameriah," kata Sutopo.

Sutopo menambahkan, pembangunan Jalan Poros dari Simpang Singa ke Kacinambun tahap I dengan panjang 1,5 km sedang dilaksanakan pekerjaan pengerasan dengan lebar jalan 4,5 meter dan tebal hotmix 4,5 cm. Rencananya, pembangunan selesai akhir September 2015. Penebangan kayu untuk lahan pertanian sedang dikerjakan dan akan selesai November 2015. (Mvi/Yus)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya