Prihatin Kabut Asap, #MelawanAsap Jadi Topik Hangat

Kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air semakin mengkhawatirkan, hingga tagar @MelawanAsap menjadi topik hangat.

oleh Andina Librianty diperbarui 14 Sep 2015, 16:42 WIB
Kantor Gubernur Riau tertutup asap (Liputan6.com/ M Syukur)

Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau, Sumatera dan Kalimantan, dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini pun menuai keprihatinan, hingga akhirnya tagar @MelawanAsap muncul dan menjadi perbincangan hangat di Twitter.

Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Senin (14/9/2015), banyak para pengguna internet (netizen) meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera menyelesaikan, serta menangkap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas masalah kabut asap tersebut.

Bahkan juga ada yang menganggap, pemerintah kurang atau tidak peduli. Tagar #MelawanAsap berada di posisi puncak topik terpopuler di Twitter.

"Mafia pembakaran lahan di Riau/Sumatera & Kalimantan kapan ditangkap?? Masa kami yang menanggung ASAPnya #MelawanAsap," tulis pemilik akun ‏@nicetambayong.

"Sesungguhnya ketidakpedulian pemerintah propinsi Jambi-Sumsel-Riau & pemerintah pusat terhadap kabut asap ini sudah ditingkat yang paling keji!! #MelawanAsap," kicau ‏@yudapanjaitan.


Pengguna dengan akun @juali_ahmad, menghimbau kabut asap di Riau juga mendapatkan perhatian lebih seperti halnya insiden jatuhnya crane di Mekah beberapa waktu lalu.

"Pray for makkah sudah marak di bbm, tapi pray for Riau yang notabene negeri sendiri manaa?#MelawanAsap," tulisnya.


"Tolong, jangan minyak kami saja yang Anda harapkan. Ketika bencana asap melanda. Kenapa kami merasa Anda hanya diam #MelawanAsap," tulis Yayan Rhahady Idris dengan akun ‏@yayandrogba.


Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Indonesia tengah dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Bahkan pada pagi hari tadi, jarak pandang di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, hanya hitungan meter. Di Pekanbaru, jarak pandang tidak sampai 50 meter.

Berdasarkan data BMKG, jarak sejumlah kabupaten di Riau pada pagi hari ini hanya dalam hitungan meter. Selain di Pekanbaru, jarak pandang di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu hanya 80 meter, Dumai 50 meter, dan Pelalawan 50 meter.

Selain itu, hasil pengamatan satelit Terra dan Aqua, terjadi peningkatan titik panas di Pulau Sumatera. Satelit mendeteksi 982 titik panas. 

"Paling sedikit ada di Provinsi Kepulauan Riau 2 titik, Bengkulu 11 titik panas, Sumatera Barat 18 titik panas dan Bangka Belitung 46 titik panas," jelas Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin.

(din/isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya