5 Kantong Perdagangan Manusia di Indonesia

Menteri Yohana yakin bisa membereskan human trafficking karena terinspirasi oleh kesuksesan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 24 Agu 2015, 15:17 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise memberikan sambutan saat puncak Peringatan Hari Ibu ke-86 di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta, Senin (22/12/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, membeberkan sejumlah provinisi di Indonesia yang menjadi kantong tindak pidana perdagangan manusia (TPPO). Menteri asal Papua ini mengatakan, kantong-kantong human trafficking di Indonesia ada di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

"Perhatian utama saya di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan NTB untuk bekerja keras," kata Yohana di Hotel Red Top Jakarta, Senin (24/8/2015).

"Karena kantong-kantong trafficking ada di lima provinsi besar ini," tegas dia.

Yohana menambahkan, pemerintah dipastikan tidak akan tinggal diam mengetahui banyaknya kasus perdagangan manusia di 5 wilayah itu. Sejumlah cara, termasuk pembuatan gugus tugas penanganan TPPO menjadi solusi demi menyelesaikan masalah ini.

Faktor lain yang menyebabkan Menteri Yohana yakin bisa membereskan persoalan ini, yakni karena terinspirasi dengan kesuksesan koleganya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menindak tegas kapal-kapal asing yang masuk dan mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Ada yang membisikan ke saya, kenapa Bu Susi bisa tangkap kapal dan bakar, mengapa Ibu Yohana tidak bisa mengangkap calo-calo (trafficking)," jelas dia.

"Di sinilah Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak diberdayakan," ujar Yohana. (Sun/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya