Pertamina Bangun Jaringan Gas Untuk 2.600 Keluarga di Sumsel

Prabumulih merupakan kota yang menjadi lumbung gas nasional.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 21 Agu 2015, 15:32 WIB
Pertagas, SKG Pangkalan Brandan.

Liputan6.com, Prabumulih - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Gas (Pertagas) akan menambah jaringan infrastruktur gas kota di wilayah Sumatera Selatan khususnya di Kota Prabumulih. Penambahan jaringan gas ke rumah tangga ini dilakukan di Prabumulih mengingat wilayah tersebut merupakan sumber gas atau banyak terdapat ladang gas.

Direktur Utama Pertagas, Hendra Jaya menjelaskan, untuk membantu mewujudkan Prabumulih sebagai kota gas‎, pada tahun ini Pertagas menjanjikan membangun jaringan gas tambahan untuk 2.600 rumah tangga.

"‎Yang dibangun pemerintah kan sudah 4.600 sambungan, Pertagas tahun ini akan mengembangkan tambahan untuk 2.600 rumah tangga, dan ke depan juga pemerintah atas masukan dari kami akan memasukkan Prabumulih sebagai salah satu kota yang mendapat tambahan jaringan," papar Hendra di Prabumulih, Jumat (21/8/2015).

Dijelaskannya, pihaknya memiliki teknologi untuk membangun jarigan gas kota tersebut. Melalui anak usahanya, PT Pertagas Niaga nantinya ditunjuk sebagai pihak pengelola gas yang akan bekerjasama dengan BUMD setempat.

Untuk membangun jaringan tersebut, Hendra mengakui membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun, perusahaan telah menganggarkan investasi tersebut dengan nilai hingga puluhan miliar.

"Bahwa untuk program pengembangan gas kota sebanyak 2.600 rumah tangga tadi Pertagas mengeluarkan biaya Rp 30 miliar," tegasnya.

Maka dari itu, jika dikorelasikan terhadap rumah tangga yang belum mendapatkan akses jaringan gas kota saat ini mencapai 30 ribu rumah tangga, maka setidaknya ke depan membutuhkan dana sekitar Rp 350 miliar hingga Rp 400 miliar untuk mewujudkan Prabumulih sebagai City Gas.

Pertagas bersama pemerintah menargetkan warga Prabumulih semua mendapatkan akses gas kota pada dua tahun ke depan. Saat ini, Pertagas telah mengusulkan ke Pemerintah dimana Prabumulih sebagai percontohan pengembangan gas kota.

Walikota Prabumulih, Rido Yahya mengungkapkan, ada alasan yang kuat mengapa Prabumulih harus menjadi kota percontohan pengembangan gas kota.

Pertama, ‎Prabumulih merupakan kota yang menjadi lumbung gas nasional.

Kedua, tipe rumah penduduknya berkelompok, sehingga memudahkan Pertagas dalam membangun jaringan gas rumah tangga.

Ketiga, jumlah rumah tangga di Prabumulih tidak terlalu banyak, hanya 30 ribu, jadi tidak membutuhkan investasi yang cukup besar.

"Lalu yang terahir‎ atau keempat saya sebagai Walikota, siap dukung penuh, tidak apa-apa jalan raya itu di bongkar untuk bangun jaringan gas, nanti pemkot yang akan perbaiki jalan, asal seluruh warga bisa merasakan gas," terangnya. (Yas/Gdn‎)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya