Ketua HDCI: Enggak Cuma Moge, Iringan Sepeda Juga Bisa Dikawal

Masyarakat diminta tidak menyalahkan polisi yang bertugas mengawal karena petugas saat itu menjalankan prosedur yang berlaku.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 17 Agu 2015, 06:45 WIB
Aksi warga Yogyakarta hadang Moge. (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Liputan6.com, Jakarta - Pesepeda yang menghalangi jalannya motor gede (Moge) di Yogyakarta, Elanto Wijoyono, menganggap polisi pilih kasih dengan mengawal iring-iringan moge dari klub motor Harley Davidson.

Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Komjen Pol Purn Nanan Sukarna angkat bicara soal iring-iringan Moge yang dicegat Elanto. Menurut dia, siapa pun bisa meminta pengawalan dari polisi.

"Nggak cuma Moge. Kalau ada iring-iringan sepeda, polisi pasti kawal, ada buka-tutup jalan. Kalau ada iring-iringan jalan sehat, misalnya, polisi juga pasti kawal kalau kita minta," kata Nanan di Jakarta, Minggu (16/8/2015).

Ia melanjutkan, pihaknya telah mengurus izin ke polisi untuk pengawalan. Polisi sudah menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku. Dari situ, ia meminta masyarakat tidak menyalahkan polisi yang tengah bertugas mengawal.

"Kepolisian melakukan tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya mengamankan iring-iringan. Kepolisian bukan ingin menyalahgunakan wewenangnya," ujar Nanan.

"Kita sudah izin ke polisi dari bulan yang lalu. Ya jangan salahkan polisi. Mereka melakukan tugas karena ada undang-undangnya jelas, bahwa konvoi boleh melintas," timpalnya lagi.

Event Tahunan

Mantan Wakapolri itu sedikit bercerita soal ribuan bikers yang berada di Jogja. Ribuan Bikers disana lantaran mendapat undangan dari Jogja Automotive Community (JAC). Nantinya, ribuan bikers dari seluruh daerah itu akan berkumpul di Candi Prambanan.

"Kita lakukan upacara bendera ala biker di Prambanan," kata Nanan.

Ia menjelaskan, kota Jogja dipilih menjadi tempat pemberhentian terakhir kegiatan Indonesian Rally. Sebelumnya bikers telah melintasi Trans Sumatera, Trans Kalimantan, Trans Nusa Tenggara, dan Trans Sulawesi. Jogja menjadi etape terakhir bagi pengendara dari barat maupun timur Indonesia.

"Kumpul di Yogya semua. Selain upacara bendera ala bikers, ada bakti sosial dan kegiatan lain dalam rangka promosikan tourism lokal ke ranah nasional dan internasional," beber Nanan.

Ia pun menegaskan bahwa izin yang diurus untuk kegiatan tersebut sudah diproses polda setempat, bahkan sampai tingkat Mabes Polri. Dan pihak HDCI telah menjelaskan berapa jumlah peserta yang ikut dan kegiatan yang akan dilakukan.

"Kita laporan dari awal, ke Polda maupun ke Mabes Polri. Ribuan bikers ke Yogya dengan pengawalan polisi, agar tidak mengganggu atau meminimalisir ketidaknyamanan," tukas Nanan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya