Ini Alasan Anak Suka Pilih-Pilih Makanan

Sekitar tiga persen anak-anak yang pemilih makanan punya masalah cemas dan depresi.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 04 Agu 2015, 12:35 WIB
Menurut peneliti, kebiasaan buruk anak bisa meningkatkan risiko gangguan jantung sejak dini.

Liputan6.com, New York- Anak Anda yang usia balita suka pilih-pilih makanan? Jika iya bisa jadi ia memiliki masalah emosi sehingga cenderung mengalami cemas atau depresi dan ini memengaruhi nafsu makannya.

Anak-anak usia pra sekolah yang sangat selektif dengan makanan yang dikonsumsi bahkan tidak suka dengan makanan tertentu ternyata ditengarai akibat rasa cemas atau depresi dalam dirinya.  Untung, hanya tiga persen anak dengan kondisi seperti ini (picky eater). Fakta ini ditemukan dalam studi terbaru yang dilakukan para psikiater asal Duke University, Amerika Serikat. 

Ada beberapa tipe anak pemilih makan yang hanya menolak sayuran. Ini bisa jadi ketidaksukaan yang biasa seperti diungkap pemimpin penelitian, Nancy Zuker. Anak-anak seperti ini akan hilang kebiasaan menolak sayuran seiring ia tumbuh dewasa.

Lalu, ada juga anak yang tipe pemilih dengan tipe moderat. Anak-anak ini hanya mau makan sedikit jenis makanan. Anak dengan tipe seperti ini cenderung dua kali bisa mengembangkan gejala kecemasan selama dua tahun.

Penelitian ini melibatkan 900 anak usia 2- 5 tahun. Para orangtua ditanyai mengenai kebaiasaan makan dan masalah mental yang dialami anak. Selama dua tahun penelitian ini dilakukan.

Ternyata, dibandingkan anak yang tak pemilih, mereka yang suka memilih-milih makanan memiliki masalah kecemasan sosial dan depresi seperti dikutip laman Time, Selasa (4/8/2015).

Jika anak mengalami benar-benar pemilih makanan dalam level yang parah dan menunjukkan gejala kecemasan maupun depresi ada baiknya meminta bantuan kesehatan jiwa untuk mengatasinya. Karena anak butuh makanan dengan beragam gizi untuk tumbuh kembangnya.

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya