Musim Panas Ekstrem, Warga Korut Dianjurkan Makan Daging Anjing

Pemerintah Korut memerintah rakyatnya untuk memulai aktivitas pukul 05.00 pagi dan makan makanan yang bergizi tinggi seperti daging anjing.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 24 Jul 2015, 15:56 WIB
Pekerja di Pabrik Korea (Reuters)

Liputan6.com, Pyongyang - Pemerintah Korea mengultimatum rakyatnya untuk memulai kegiatannya pada pukul 05.00 pagi, untuk menghindari gelombang panas yang mulai menerjang tiap pertengahan Juli.

Puncak di musim panas dijuluki 'sambok' oleh warga Korut. Biasanya dimulai tiap tanggal 20 Juli tiap tahunnya. Menurut sumber di negara paling terisolasi di dunia itu, pemerintah selalu memberikan pengarahan apa yang harus dilakukan selama peristiwa itu berlangsung.

"Untuk seluruh lembaga pusat di Pyongyang, kantor-kantor, dan sekolah-sekolah di seluruh negeri, diperintahkan untuk mengikuti perintah jadwal sambok," kata sumber di Korut seperti dikutip dari Guardian mengenai pengumuman tahun 2015 ini.

"Karena sambok, semua operasi kegiatan di mulai dari pukul 05.00 pagi dan berakhir pukul 13.00 siang."

Sambok adalah bulan paling panjang saat musim panas, dengan tiga hari spesial  -- awal, tengah dan hari akhir periode -- yang biasanya dirayakan dengan makanan spesial.

Sam berarti tiga, sementara bok dalam bahasa Korea berarti 'untuk menundukkan muka, karena hari-hari musim panas'. "Saking panasnya bahkan seekor kodok pun tak tahan dan berbaring tengkurap dengan perut menempel tanah yang lembab," menurut kantor berita resmi KCNA, seperti dikutip Guardian.

Untuk 'bertahan' di musim panas yang luar biasa di Semenanjung Korea bukanlah es krim atau air dingin. Otoritas negeri itu merekomendasikan makanan yang dapat memberi energi salah satunya adalah daging anjing.

sup daging anjing dimakan saat musim panas Sumbok (Guardian)


Tak berbeda dengan negara tetangganya, Korea Selatan, sup seperti samgyetang (terbuat dari ayam dan jahe) serta daging anjing, sangat terkenal setiap musim panasnya.

Tahun 2013, KCNA pernah mengeluarkan artikel atas suruhan pusat yang menjelaskan, "untuk menyambut sambok yang ada di depan mata, seluruh restoran wajib menyediakan makanan-makanan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membangkitkan selera makan selama hawa panas."

KCNA dan media lainnya di Korut secara berkesinambungan memberi nasihat-nasihat tentang gizi kepada rakyat.

Tahun 2005 dan 2006 mereka meminta seluruh rumah dan restoran untuk menyajikan daging anjing di menunya. Untuk alternatif yang lebih murah mereka menyarankan ada ayam dan daging kelinci.

Masalahnya bagi sebagian rakyat Korut, ketiga daging tersebut sangatlah susah untuk dibeli. Mereka hanya bisa mengkonsumsi yujigo, yang terbuat dari campuran ketan, minyak, telur dan gula.

Ketiga bahan itu digodok dengan api kecil selama 24 jam dan dikonsumsi cukup satu sendok makan tiga kali sehari.

Temperatur selama musim panas berkisar 29 derajat Celcius, tapi bisa mencapai 40 derajat Celcius. Panasnya hawa musim panas di Pyongyang membuat para pekerja merasakan lelah yang luar biasa.

Bekerja lebih awal pertama kali dilakukan oleh rezim Kim Jong-il. Masalahnya, jadwal sambok tidaklah seefektif seperti yang diperkirakan.

Menurut sumber tersebut, banyak anak-anak yang tidak bisa bangun pagi akibatnya mereka harus melewati jadwal sekolah satu hingga dua jam.

Para tamu dari luar negeri pun banyak yang kesal karena restoran milik pemerintah hanya buka saat makan siang saja.

Dan tak semua masyarakat mengindahkan anjuran pemerintah. "Kebanyakan rakyat tidak melihat keuntungan memulai kerja lebih pagi, karena listrik juga belum menyala. Semua perintah ini hanya menambah lelah saja," kata seorang pembelot. (Rie/Ein)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya