JK: Cegah MERS, Jemaah Jangan Cium Unta

Jemaah haji juga harus diimunisasi sebelum berangkat agar tidak mudah terjangkit virus tersebut.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 26 Jun 2015, 16:42 WIB
Unta akan dipasangi chip

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS) atau virus korona penyebab sindrom pernafasan Timur Tengah, belum masuk ke Indonesia. Pemerintah meningkatkan kewaspadaan, karena tiap tahunnya hampir 250 ribu jemaah haji asal Indonesia pergi ke Arab Saudi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan jemaah haji harus diimunisasi sebelum berangkat agar tidak mudah terjangkit virus tersebut.

"Karena itu sebelum berangkat harus diimunisasi dulu. Salah satu pencegahan imunisasi. Semua harus, mau ada paspor visa haji umrah harus imunisasi untuk mencegahnya," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Dia juga mengimbau agar para jemaah haji menjaga perilaku. Seringkali jemaah menyentuh hal-hal yang tak mereka temui di Indonesia. Dengan adanya wabah virus ini, jemaah diminta berhati-hati.‎

"Dan tentu di sana tidak boleh cium unta gitu kan. Maksudnya jangan sering pegang-pegang unta," tandas JK.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan balita yang sejak beberapa hari lalu dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso bebas virus MERS. Bocah beru‎sia 2 tahun itu juga telah diizinkan pulang.

Gejala bila terkena MERS adalah demam, batuk, dan infeksi. Salah satu pencegahannya adalah selalu menjaga kebersihan.

MERS pertama kali teridentifikasi di Arab Saudi pada 2012. Pada tahun ini, virus itu mewabah di Korea Selatan. Sejak dinyatakan endemik MERS pada 20 Mei lalu, 180 orang dinyatakan positif terinfeksi dan ada 2.642 orang yang dikarantina.

Penyebaran virus itu sudah sampai di Thailand. Pada Negeri Gajah Putih tersebut 175 orang terkena virus MERS. Namun kondisinya terus membaik. (Bob/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya