11-6-1955: Tragedi Mobil Terbang di Balapan Le Mans

Mobil balap itu kemudian menghantam tepi lapangan dan terbang di udara lalu terhempas di bangku penonton. Beberapa bagian kendaraan meledak.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 11 Juni 2015, 06:01 WIB
Insiden kecelakaan di arena balap Le Mans, Prancis. (ewilkins.com)

Liputan6.com, Prancis - Hari itu, 11 Juni 1955, tragedi nahas terjadi di perlombaan balap yang digelar di Le Mans, barat laut Prancis. Sebuah mobil 'terbang' dan jatuh ke barisan penonton. Puluhan korban pun dilaporkan tewas.

Kecelakaan itu terjadi sekitar 2 jam setelah balapan 24 jam di sirkuit Le Mans. Pierre Levegh yang tengah melaju lurus, jalurnya dipotong Austin Healey yang dikemudikan pebalap Inggris, Lance Macklin. Mercedes yang sedang dipacu dengan kecepatan di atas 150 mph (240khm) terbalik.

Tak sampai di situ, mobil balap itu kemudian menghantam tepi lapangan dan terbang ke udara lalu terhempas di bangku penonton. Beberapa bagian kendaraan meledak, mengirimkan bara api ke jalur lintasan dan juga ke kerumunan penonton.

Mobil Mercedes-Benz yang terbakar setelah bertabrakan di Le Mans. (ewilkins.com)


"Levegh tewas seketika. Mobil Macklin berputar tak tentu arah sebelum berhenti di tengah lintasan, tapi ia tak terluka," demikian seperti diberitakan BBC.

Kecelakan ini disebut-sebut sebagai bencana terbesar di sirkuit balapan. 77 Orang dilaporkan tewas, sementara laman History Channel memberitakan jumlah korban meninggal 83 penonton. Sedangkan 120 lainnya luka-luka.

Konsulat Inggris di Paris mengkonfirmasi ada dua warga mereka di antara korban tewas. Mereka adalah Jack Diamond (24) dari London dan Robert Loxley dari Worcester.

Ilustrasi kecelakaan mobil balap Mercedes-Benz yang terbakar setelah bertabrakan di Le Mans. (ewilkins.com)

Perlombaan yang diikuti 3 tim -- Ferrari, Jaguar dan Mercedes-Benz -- menjanjikan salah satu pertandingan tercepat dan paling keras di Le Mans. Namun setelah kecelakaan tersebut, tim Mercedes-Benz menarik diri dari kompetisi, sebagai penghormatan atas rekan mereka yang meregang nyawa di lapangan balap.

Meski dilanda musibah, pertandingan tersebut tak dihentikan. Alasannya, agar tak mengganggu jalannya evakuasi korban tewas dan terluka dalam kecelakaan itu.

Setelah lintasan dibersihkan, kompetisi The Le Mans yang diselenggarakan oleh France’s Automobile Club de L’Ouest dilanjutkan kembali.

Akibat musibah tersebut, pemerintah Jerman, Prancis, Swiss, Spanyol, Meksiko dan beberapa negara lain melarang digelarnya balap mobil, sampai lintasan perlombaan itu mempunyai standar keamanan yang lebih tinggi. Bahkan Swiss masih menerapkan larangan segala bentuk motorsport sampai tahun 2010.

Fasilitas dan prosedur keselamatan yang biasa dijumpai pada mobil saat ini, seperti sabuk pengaman, diterapkan pada mobil balap.

Pada tanggal yang sama tahun 1805, bencana juga terjadi di Detroit, Michigan, AS. Kala itu kebakaran besar hampir menghanguskan seluruh wilayah tersebut.

Sementara pada 11 Juni 1788, prestasi ditorehkan penjelajah dari Rusia, Gerasim Izmailov. Kala itu ia berhasil mencapai Alaska. (Tnt/Ado)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya