Budayawan Betawi: PRJ Senayan Seperti Pasar Malam

Ridwan Saidi menilai penyelenggaraan PRJ Senayan tidak berbeda dengan pasar malam yang kerap digelar di berbagai kampung di Ibukota.

oleh Hanz Jimenez Salim diperbarui 03 Jun 2015, 04:48 WIB
Sejumlah warga menghabiskan waktu libur Waisak dengan mengunjungi Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang diselenggarakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2015). PRJ Senayan dibuka dari 30 Mei-5 Juni mendatang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Namun, PRJ ala Wagub Djarot ini bukanlah di Kemayoran, melainkan dihelat di Senayan, Jakarta Pusat.

Hanya saja penyelenggaraan PRJ Senayan ini ditanggapi sinis budayawan Betawi Ridwan Saidi. Ia menilai penyelenggaraan PRJ Senayan tidak berbeda dengan pasar malam yang kerap digelar di berbagai kampung di Ibukota.

"Ini bukan Pekan Raya Jakarta, tapi lebih pantas disebut pasar malam. Dan saya sangat tidak setuju dengan adanya PRJ seperti ini," ucap Ridwan di lokasi PRJ Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2015) malam.

Ia juga menyesalkan, kurangnya persiapan dalam penyelenggaraan PRJ Senayan ini. Seperti misalnya tidak ada tenda bagi pedagang dan pengunjung. Ridwan berpendapat pagelaran PRJ Senayan terkesan terburu-buru.

"Kalau hujan, seluruh masyarakat yang datang pasti kabur kehujanan. Jadi, saya minta kepada pihak pengelola untuk berpikir bijak dan jangan asal kantong tebal," tukas Ridwan.

Saat disingggung dengan mahalnya membeli makanan di PRJ Senayan, Ridwan Saidi hanya tersenyum. Menurut dia, bagaimana tidak mahal, kalau penjual harus dipungut biaya yang sangat mahal hingga imbasnya ke masyarakat yang membeli makanan di RPJ Senayan ini.

Selain itu, PRJ Senayan juga dianggap Ridwan belum dapat menghasilkan keuntungan bagi para pedagang khususnya para pedagang pakaian. "Orang datang ke Senayan ini tidak untuk membeli pakaian, namun hanya membeli pangan saja. Padahal perekonomian Indonesia saat ini sedang tidak bagus," demikian Ridwan Saidi.

Sebelumnya, PRJ Senayan ini juga mendapat sindiran dari Gubernur Ahok. Lelaki bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu pun sempat menegur Djarot karena mengizinkan ajang itu berlangsung.

Djarot bahkan tidak pernah berkoordinasi dengannya soal PRJ Senayan. "Memang berantakan. Makanya saya sudah tegur Pak Wagub," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin 1 Juni lalu. (Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya