Bawang Filipina & Malaysia Takut Lawan Bawang Brebes

Kualitas bawang Indonesia telah terbukti mampu menggoyang lidah penikmatnya.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 04 Mei 2015, 11:05 WIB
Bawang Merah

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas bawang Indonesia telah terbukti mampu menggoyang lidah penikmatnya. ‎Hal ini diakui salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Bojong, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Ari (52) asal Pekalongan. Dia memuji bawang dari Brebes yang tak bisa dibandingkan dengan bawang impor asal Filipina dan Malaysia.

"Ada lho bawang merah Filipina dan Malaysia yang masuk di Indonesia dan kabarnya tidak boleh masuk lagi sekarang ini," ujar Ari saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Bawang merah asal Malaysia dan Filipina‎, kata dia, diimpor oleh pedagang besar saat harga bawang merah lokal sedang melonjak tinggi. Sambungnya, permainan kotor pun dilakukan seperti mengoplos bawang merah lokal Brebes dan bawang Filipina serta Malaysia.

"Biasanya bawang merah Filipina dan Malaysia masuk kalau harga bawang lokal naik sampai Rp 50 ribu per Kg. Lalu dioplos dengan bawang lokal, kita pedagang ya tahu kalau barangnya oplosan. Tapi kita tidak berani jual, karena masyarakat maunya bawang lokal," tegas Ari.

Dia mengakui kualitas bawang merah asal Brebes yang sangat berbeda dengan bawang Filipina dan Malaysia. Setelah proses penggorengan, bawang merah lokal asal Brebes berwarna kemerahan hasilnya.

"Lalu bawang merah lokal cepat kering setelah digoreng, sedangkan bawang merah Filipina dan Malaysia lebih banyak airnya. Jadi bawang Filipina dan Malaysia tidak berani lawan bawang Brebes, apalagi masuk pas harga bawang lokal murah," tukas dia. (Fik/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya