3 Bulan Lagi, Pertamina Operasikan 7 SPBG Bergerak

PT Pertagas Niaga akan mengoperasikan tujuh Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) portabel atau Mobile Refueling Unit (MRU) pada Juli 2015.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 27 Apr 2015, 10:10 WIB
Sejumlah mobil mengantri bahan bakar minyak di SPBU Cikini, Jakarta, Jumat (16/1/15). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertagas Niaga, anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), akan mengoperasikan tujuh Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) portabel atau Mobile Refueling Unit (MRU) pada Juli 2015.

General Manager City Gas and CNG Pertagas Niaga Arief Wardono mengatakan, MRU tersebut akan disebar pada beberapa wilayah di Jakarta, saat ini sedang dalam proses perizinan pengoperasian.

"MRU kita sedang urus izin pengoperasiannya ada tujuh lokasi kita bidik. Ada kerjasama SPBU dengan beberapa pelanggan di Jakarta. Yang sudah pasti
SPBU COCO Yos Sudarso dan Sunter," kata Arief di Jakarta, Senin (27/8/2015).

Arief mengungkapkan, MRU ditargetkan bisa beroperasi dalam tiga bulan ke depan. Dana untuk membangun MRU berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"MRU dikasih pemerintah, kami hanya mengoperasikan. Target tiga bulan ke depan harus jalan semua," tuturnya.

Menurutnya, kehadiran MRU dapat membantu mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada kendaraan, melalui program konversi BBM ke gas. Setiap MRU ditargetkan dapat mengalirkan gas 6.000 liter setara premium (Lsp) per harinya.

"Jadi kalau ada tujuh MRU setara 42 ribu Lsp per hari," jelasnya.

Dalam mengoperasikan MRU, lanjut dia, cucu Pertamina tersebut mengincar kendaraan yang sudah menggunakan BBG, tidak membagikan alat pengubah konsumsi bahan bakar pada kendaraan (konverter kit) untuk mendorong program konversi BBM ke BBG. (Pew/Ndw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya