Parma Permalukan Juve, Dongeng yang Jadi Kenyataan

Parma juga ingin membayar cinta para fans.

oleh Liputan6 diperbarui 12 Apr 2015, 07:39 WIB
The coach of the Italian national football team Roberto Donadoni reacts during their Euro 2008 Championships Group C football match the Netherlands vs. Italy on June 9, 2008 at the stade de Suisse in Bern. AFP PHOTO / PAUL ELLIS

Liputan6.com, Parma - Pelatih Parma, Roberto Donadoni, mengakui kemenangan 1-0 timnya atas Juventus terdengar seperti sebuah dongeng. Donadoni juga menegaskan, Parma akan terus berjuang sampai pertandingan terakhir mereka musim ini.

Parma dikurangi tiga poin dan dinyatakan bangkrut, setelah tak seorang pun di klub itu dibayarkan gajinya sejak Juli 2014. Namun, kenyataan itu sama sekali tidak membuat Parma menyerah, mereka malah mampu tampil tanpa beban.

Tanpa diperkuat sang kapten, Alessandro Lucarelli, Parma telah mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga terakhir mereka. Menahan imbang Inter Milan, kemudian mengalahkan Udinese dan Juventus.  

"Kami menang melawan pemimpin klasemen dan itu adalah sesuatu yang memuaskan," kata Donadoni, seperti dilansir Sky Sport Italia, Minggu 12 April 2015.

"Kami tahu betapa fans kami peduli menghadapi tim seperti Juve dan kami senang telah memberi mereka malam yang membahagiakan ini," sambungnya.

Donadoni pun menyatakan, apreasiasi bukan untuk dirinya melainkan para pemain Parma yang mengerahkan seluruh kemampuan mereka dengan luar biasa di lapangan. Mantan pelatih Timnas Italia merasa satu-satunya jalan untuk berjuang adalah dengan membuktikan diri di lapangan.  

"Kami ingin mengakhiri musim ini dengan baik dan menciptakan fondasi untuk masa depan, ditambah membayar cinta para fans untuk kami," ungkap Donadoni.

"Saya memiliki anak perempuan dan senang menonton dongeng setiap hari. Pertandingan ini (lawan Juventus) mengingatkan saya bahwa dongeng dapat menjadi kenyataan," tutur dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya