Top 5 Bisnis: Besaran Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak Jadi Hits

Berikut lima artikel terpopuler di kanal bisnis pada edisi Sabtu 4 April 2015.

oleh Agustina Melani diperbarui 05 Apr 2015, 10:20 WIB
ilustrasi Pajak (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memberikan insentif kepada para pekerja Direktorat Jenderal (Ditjen) pajak dengan besaran tunjangan yang menggiurkan. Tujuannya untuk meningkatkan target penerimaan pajak.

Alhasil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Maret 2015 lalu diketahui telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Ditjen Pajak.

Artikel besaran tunjangan kinerja pegawai pajak telah menarik perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu, 4 April 2015.

Tak hanya soal tunjangan kinerjga pegawai pajak saja yang menarik perhatian publik. Harga emas makin berkilau usai data pekerjaan Amerika Serikat (AS) meleset dari target juga telah mencuri perhatian pembaca.

Berikut lima artikel terpopuler di kanal bisnis pada akhir pekan ini:

1. Fantastis, Ini Besaran Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak

Pemerintah memberikan insentif kepada para pekerja Direktorat Jenderal (Ditjen) pajak dengan besaran tunjangan yang menggiurkan. Tujuannya untuk meningkatkan target penerimaan pajak.

Alhasil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Maret 2015 lalu diketahui telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Ditjen Pajak.

2. Harga Emas Menguat Usai Data Pekerjaan AS Meleset dari Target

Harga emas menguat di akhir pekan ini, menjelang liburan Jumat Agung, usai data pekerjaan AS hanya menunjukkan penambahan pekerjaan terkecil dalam lebih dari satu tahun pada Maret. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa kenaikan suku bunga AS mungkin tertunda.

Melansir laman Reuters, harga spot emas naik 0,7 persen menjadi US$ 1.210,20 per ounce, setelah turun 0,2 persen pada hari Kamis. Emas untuk pengiriman Juni menetap di posisi US$ 1.200,90 per ounce.

3. Black Box Germanwings Cepat Dibaca, Bagaimana dengan AirAsia?

Maskapai Germanwings yang mengalami kecelakaan di Pegunungan Alpen beberapa hari lalu sudah dapat diindikasikan dimana kecelakaan akibat kondisi kejiwaan Co Pilot yang tidak beres.

Hal itu diketahui setelah Kejaksaan Prancis mengumumkan hasil rekaman black box (kotak hitam) mengenai kondisi kabin pesawat sebelum terjadi kecelakaan. Lalu bagaimana dengan black box AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada akhir tahun 2014?

4. Menteri BUMN Harus Laporkan Sikap Komut BTN ke Presiden

Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Sukardi Rinakit mengaku menolak jabatannya. Padahal penetapan dia sebagai Komut sudah melalui Rapat Umum Pemgang Saham Tahunan (RUPST).

Untuk mengklarifikasi hal itu, Kementerian BUMN selaku pemilik saham akan memanggil Sukardi terkait tindakannya tersebut

5. Dukung Penggunaan Biodiesel, Para Menteri Rela Kumpul Saat Libur

Pada Sabtu 4 April 2015, sejumlah menteri dijadwalkan berkumpul di Kantor Menko Perekonomian untuk memutuskan finalisasi Peraturan Pemerintah mengenai dana pendukung subsidi biodisel.

Rapat Koordinasi ini dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Dari agenda yang diterima Liputan6.com, akan hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husein, Menteri, Menteri ESDM Sudirman Said dan beberapa lainnya. (Ahm/)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya