Saat Bos Snapchat Galau `Diancam` Mark Zuckerberg

CEO Snapchat, Evan Spiegel, pernah mengaku merasa terancam oleh bos Facebook, Mark Zuckerberg.

oleh Andina Librianty diperbarui 25 Mar 2015, 08:23 WIB
Evan Spiegel dan Mark Zuckerberg (Foto: Mashable)

Liputan6.com, Jakarta - Pemberitaan mengenai upaya Facebook mengakuisisi Snapchat pada tahun lalu bukan satu-satunya kisah menarik dari keduanya. Chief Executive Officer (CEO) Snapchat, Evan Spiegel, pernah mengaku merasa terancam oleh bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Ketika Spiegel dan Zukcerberg pertama kali bertemu, Spiegel meninggalkan tempat pertemuan mereka dengan perasaan gelisah. Diceritakan Spiegel, Zuckerberg saat itu mengatakan kepadanya bahwa Facebook sedang menyiapkan sebuah aplikasi mirip seperti Snapchat.

Aplikasi yang dimaksud Zuckerberg adalah Poke, yang saat itu dikatakannya akan segera meluncur. "Pada dasarnya itu seperti mengatakan 'Kami akan menghancurkanmu," kata Spiegel kepada Forbes.

Setelah mendapat 'ancaman' itu, Spiegel membeli sebuah buku karya Sun Tzu, The Art of War. Buku itu diberikannya kepada enam orang anggota timnya.

The Art of War bukan sembarang buku. Buku ini ditulis oleh jenderal Tiongkok bernama Sun Tzu pada lebih dari 2.500 tahun lalu. Buku tersebut terkenal atas nasihat militernya.

The Art of War terdiri dari 13 bab yang masing-masingnya fokus aspek berbeda dalam perang. Secara garis besar, dalam buku itu dituliskan bahwa kita harus mengenal musuh dan diri sendiri, jika itu dilakukan maka tak perlu takut terhadap hasil pertempuran. Demikian seperti dilansir Business Insider, Rabu (25/3/2015).

(din/dew)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya