Aktivis Perempuan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015). Mereka menolak sistem neoliberalisme dan neoimperialisme yang digunakan oleh Indonesia.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Perempuan HTI membawa sebuah spanduk saat melakukan aksi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015). Mereka menolak sistem neoliberalisme dan neoimperialisme yang digunakan oleh Indonesia.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivis Perempuan HTI mengibarkan bendera HTI saat melakukan aksi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015). Mereka menolak sistem neoliberalisme dan neoimperialisme yang digunakan oleh Indonesia.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sebuah banner bertuliskan 'Demokrasi Bye' diterbangkan saat aksi Perempuan HTI di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015). Mereka menolak sistem neoliberalisme dan neoimperialisme yang digunakan oleh Indonesia.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ratusan perempuan dari HTI melakukan aksi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015). Beberapa diantaranya membawa anak mereka saat melakukan aksi(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sebuah bendera besar dibentangkan saat melakukan aksi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2015). Mereka menolak sistem neoliberalisme dan neoimperialisme yang digunakan oleh Indonesia.(Liputan6.com/Faizal Fanani)