Dua Daerah Ini Bakal Punya Sandaran Kapal Mewah

Keuntungan yang bisa didapat dengan membangun marina cukup besar besar karena setidaknya sebanyak 1.500 kapal bakal melewati perairan RI.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 11 Mar 2015, 19:26 WIB
Kapal pesiar ini akan memiliki ruangan khusus yang suhunya dibawah 0 derajat celcius (Foto: dailymail.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengungkapkan, dua daerah yaitu Belitung Timur, Kepulauan bangka Belitung dan Labuhan Bajo, Nusa tenggara Timur bakal segera memiliki pelabuhan khusus yg disediakan untuk kapal pesiar atau yang biasa disebut dengan marina.

Menurut Indroyono, pembangunan marina untuk Belitung Timur akan dilakukan di bulan ini sedangkan untuk Labuhan Bajo akan dilakukan pada akhir kuartal III 2015. "Sabtu ada peletakan batu pertama di Belitung Timur, yang di Labuhan Bajo sekitar September," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Indroyono melanjutkan pembangunan marina dinilai penting bagi Indonesia karena dengan membangun sandaran untuk kapal pesiar tersebut bisa untuk mendorong sektor pariwisata khususnya wisata bahari di dalam negeri. "Beberapa daerah sudah mau semua, wisata bahari bagus," katanya.

Sebelumnya, Indroyono mengungkapkan banyak daerah yang ingin membangun marina. Beberapa diantaranya adalah Saumlaki dan Ambon di Maluku, Kupang Nusa Tengagra Timur, Tarakan Kalimantan Utara dan Tanjung Pinang Riau.

Keuntungan yang bisa didapat dengan membangun marina cukup besar besar karena setidaknya sebanyak 1.500 kapal bakal melewati perairan Indonesia.

"Kita pacu wisata bahari, kebijakan yang dibuat kemudahan kapal pesiar. Karena 1.500 kapal setiap tahun lewat. Kita buat di daerah diundang bangun marina tempat sandar kapal tersebut,"paparnya.

Pihaknya menjelaskan, untuk marina setidaknya membutuhkan investasi sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar. Investasi tersebut akan cepat kembali lantaran, untuk sewa marina setidaknya Rp 5 juta per bulan. Setidaknya untuk 100 kapal saja sudah memberi pendapatan sebesar Rp 500 juta per bulan. "Dua tahun kembali investasinya," papar Indroyono.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya