Sidak ke Pasar Rawamangun, Jokowi Yakin Harga Beras Segera Turun

Dari hasil sidak, Jokowi mengaku jika harga beras masih terbilang tinggi di Pasar Rawamangun.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 28 Feb 2015, 15:11 WIB
Pekerja saat mengemas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (24/2/2015). Harga beras sejak 9 Februari 2015 melonjak hingga 30 persen, hal ini disebabkan belum meratanya panen di daerah produsen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Sabtu (28/2/2015) siang ini, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Rawamangun Jakarta Timur sebagai respon kenaikan hargaberas di pasar yang meresahkan masyarakat.

Dari hasil sidak, Jokowi mengaku jika harga beras masih terbilang tinggi di Pasar Rawamangun. Berbeda dengan saat dirinya melakukan sidak ke Pasar Induk Beras di Cipinanga. "Tadi sudah cek ke pasar langsung dan konsumen. Memang di sini belum turun. Tetapi kt cek di Cipinang sudah turun semuanya," jelas dia kepada wartawan.

Dia mencontohkan, harga beras beras jamu gendong turun dari Rp 10.300 menjadi Rp 9.300 per kilogram (kg). Kemudian beras Demak dari Rp 10.500 menjadi Rp 9.300 per kg. Beras jenis lain pun turun dari Rp 10.600 menjadi Rp 9.300 per kg.
 
Namun saat memantau di Pasar Rawamangun, Jokowi mengakui belum menemukan penurunan harga seperti di Cipinang. Diduga, ini terkait dengan masalah distribusi. Namun diprediksi harga akan turun dalam beberapa hari ke depan.
 
"Kan turunnya di Cipinang baru kemarin, sama hari ini, tapi terus kita gelontorkan ke kampung ke pasar, tetapi di pasar saya kira tadi saya cek juga masih punya stok dua ton, ada yang satu ton. Stok lama oleh sebab itu saya kira dalam minggu-minggu ini sudah turun, perkiraan saya 700 sampai 1000 sudah turun," tandasnya.
 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya