Liputan6.com, Garut - Idealnya pekerjaan pencuci steam kendaraan dilakukan kaum pria. Namun hal tersebut tak berlaku bagi seorang ibu muda warga Kampung Ranca Buaya, Kecamatan Caringin, Garut, Jawa Barat yang sudah lebih dari 2 tahun terakhir setia menjalani pekerjaan sebagai pencuci kendaraan.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (23/2/2014), penghasilan sang suami sebagai penambal ban dirasa tak mampu mencukupi kebutuhan hidup, Rini pun tak tinggal diam. Ia memutar otak mencari cara agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk meringankan beban hidup keluarganya.
Pilihan sebagai pencuci kendaraan pun akhirnya ia pilih, setelah melihat banyaknya warga memiliki sepeda motor dan masih minimnya tempat cuci kendaraan di kawasan tersebut.
Disaat sang suami berjibaku dengan pekerjaannya sebagai penambal ban, Rini pun tak mau berpangku tangan dan hanya menadahkan tangan kepada sang suami.
Dengan semangat ia mencuci sejumlah sepeda motor yang datang ke tempat cuci miliknya yang sekaligus berdampingan dengan kios tambal ban milik sang suami di Jalan Raya Caringin, Garut Selatan, Jawa Barat.
Satu demi satu kendaraan yang datang mengantre untuk mencuci ia bersihkan. Tangannya terlihat cekatan membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada setiap sudut kendaraan.
Dalam sehari Rini mengaku bisa membersihkan antara 10 hingga 11 sepeda motor. Jasa mencuci untuk satu motor ia patok seharga Rp 8.000 ribu. Dalam sehari ia bisa mendapatkan antara Rp 80 ribu, jumlah tersebut bisa lebih banyak atau malah lebih sedikit tergantung kondisi cuaca.
Upaya yang dilakukan Rini pun tak sia-sia. Dari penghasilannya mencuci kendaraan, ekonomi keluarganya kini bisa sedikit terbantu. (Dan/Mut)
Advertisement