Google Kembangkan Gelang Pendeteksi Sel Kanker

Google sedang berusaha membuat gelang yang bisa mendeteksi sel-sel kanker.

oleh Melly Febrida diperbarui 01 Feb 2015, 09:00 WIB
Google sedang berusaha membuat gelang yang bisa mendeteksi sel-sel kanker.
Liputan6.com, New York- Kanker menjadi penyakit paling mematikan di dunia. Berbagai teknologi diciptakan untuk mengobati kanker. Yang terbaru, Google sedang berusaha membuat gelang yang bisa mendeteksi sel-sel kanker.

Para ilmuwan di Divisi Google X tengah mengembangkan gelang yang bekerja secara tandem dengan pil yang mengirim partikel nano ke bagian tubuh manusia untuk mendeteksi berbagai penyakit yang berbeda termasuk kanker.

"Kami memiliki (partikel nano) yang beredar di seluruh badan untuk mencari sel kanker dan kemudian mengumpulkannya dengan magnet. Partikel nano itu nantinya bisa memberi tahu kita apa yang terjadi dalam tubuh," ujar Kepala Google Life Science Andrew Conrad seperti dilansir The Atlantic.

Partikel nano itu akan menyebabkan sel kanker yang membahayakan tubuh menyala, dan akhirnya terdeteksi oleh gelang. Sistem ini sangat bergantung pada cahaya yang dipancarkan melalui kulit, jadi Google mulai mengembangkan jaringan kulit manusia sendiri.

Conrad mengakui sebagian orang mungkin merasa aneh jika ada partikel nano yang beredar dalam tubuh mereka mendeteksi sel kanker.

"Tapi lebih aneh lagi jika ada sel kanker yang beredar dalam tubuh yang secara perlahan mencoba membunuh Anda," ujarnya.

Dengan cara ini, Google X mencoba mengubah tindakan medis dari reaktif menjadi proaktif dan bersifat pencegahan.

Untuk membantu penelitian mereka, para analis sudah mulai membuat kulit manusia rekaan dengan menggunakan kulit sintetis dan jaringan kulit manusia asli yang diperoleh dari para donor.

Saat meneliti kulit manusia ini, para peneliti menemukan, pigmen kulit ternyata berbeda-beda berdasarkan etnis manusia, begitu juga dengan ketebalan kulit.

Teknologi wearable yang satu ini memang masih dalam proses pengembangan awal, tetapi Google X sudah mulai mendaftar kriteria seperti apa orang yang sehat itu.

Para peneliti melakukan percobaan pada 175 sukarelawan yang sehat untuk mengumpulkan informasi kesehatan mereka.

"Kamu mendapatkan perkembangan yanng baik, namun perjalanan masih jauh dan sulit. Namun saya harap hal ini bisa terwujud dalam beberapa tahun, bukan beberapa dekade," tutupnya.


Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya