Tanpa Wamen, Menteri PAN-RB Tak Bisa Bekerja

Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi-Birokrasi mendatang yaitu perampingan.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 22 Okt 2014, 15:54 WIB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi meluncurkan Simulasi CAT Online, (20/8/2014). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi-Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengaku memiliki kesan tersendiri ketika menjabat jadi menteri.

Menurut Azwar, ada sosok yang membantu dibalik keberhasilan dirinya memimpin kementerian. Orang tersebut terus mendorongnya agar bisa menjalankan tugas-tugas dengan maksimal. Dia adalah wakil menteri (wamen) yang kompeten.

"Alhamdulilah saya diberikan wamen yang hebat. Jadi apapun institusinya jika diperkuat oleh wamen, teorinya kuat.
Itu kombinasi yang luar biasa," kata dia di Jakarta Rabu (22/10/2014).

Tak hanya wamen, menurut Azwar, kinerja para staf yang mumpuni juga ikut mendorongnya menciptakan kinerja yang kementerian yang positif. "Komentar saya puas kerja sama dengan kawan-kawan di Kementerian PAN-RB," terangnya.

Dengan kerja sama tersebut, KemenPAN RB pun menjadi sebuah kementerian yang terpandang dari sebuah intitusi yang sebelumnya tidak dianggap. Kini Kementerian PAN-RB menjadi partner yang mengevaluasi kinerja kementerian yang lain.

"Kita tahu ruang perbaikan dimana. Itu yang paling penting. Orang mau berubah tapi dia tak tahu apa yang diubah. Orang salah tapi tak tahu salahnya. Ini kita yang kasih tahu," ungkapnya.

Namun begitu, Azwar melanjutkan, masih banyak hal yang harus dibenahi di kementerian. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.

Salah satunya perampingan pejabat eselon I. Selain mampu memangkas beban anggaran, dengan adanya perampingan itu bisa mengikis kinerja yang selama ini dianggap tumpang tindih.

"Meski jumlah kementerian sama tapi Dirjennya nggak tumpang tindih harus diatur lagi," tandas dia. (Amd/Gdn)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya