The Fed Dongkrak Suku Bunga Bikin Rupiah Tertekan

Menko perekonomian, Chairul Tanjung, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar karena rencana The Fed naikkan suku bunga.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 02 Oktober 2014, 19:46 WIB
Ilustrasi Pantau Rupiah (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung menyatakan, rupiah tertekan tidak ada kaitannya dengan pengesahan Undang-Undang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).

Chairul mengatakan, nilai tukar rupiah melemah karena rencana bank sentral Amerika Serikat (AS)/The Federal Reserve (The Fed) akan menaikan suku bunganya, sehingga hal tersebut akan menguatkan kurs dolar.

"Itu ada akibatnya dengan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat," kata Chairul, di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Chairul menambahkan, faktor kedua yang menyebabkan rupiah melemah adalah pasar melihat situasi yang agak kurang kondusif terkait dengan kelangsungan perekonomian Indonesia ke depan terutama masalah politik di Indonesia.

"Itu terkait juga terhadap pelemahan IHSG dan juga pada kelemahan rupiah," tutur Chairul.

Karena itu, Ia membantah pelemahan rupiah berkaitan dengan  pengesahan Undang-Undang Pilkada. "Tidak ada kaitan rupiah kita melemah. Karena memang The Fed berupaya menaikkan suku bunga," pungkasnya.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung membaik. Rupiah berada di level 12.136 per dolar AS pada 2 Oktober 2014 dari periode kemarin di kisaran 12.188 per dolar AS. (Pew/Ahm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya