IHSG Berpotensi Naik, Perhatikan Tujuh Saham Pilihan

Menyambut rilis data ekonomi terutama inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi naik.

oleh Agustina Melani diperbarui 01 Okt 2014, 07:22 WIB
IHSG (ANTARA Foto)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berkutat pada fase konsolidasi pada perdagangan saham Rabu (1/10/2014). Rilis data ekonomi Indonesia akan mempengaruhi laju IHSG di awal Oktober 2014.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, kekuatan naik IHSG mulai membesar setelah berhasil menembus level tertinggi pada hari sebelumnya. IHSG berpotensi menuju resistance level 5.178 masih terlihat cukup kuat, dan support mulai naik menjadi 5.098.

"Kondisi IHSG masih berada di jalur uptrend, sedangkan bagi investor jangka pendek tetap perlu waspada. Hari ini IHSG berpotensi naik menyambut rilis data ekonomi yang disinyalir akan bagus," kata William, dalam ulasannya, Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak variatif di kisaran 5.110-5.158 pada Rabu pekan ini. Indeks saham akan dipengaruhi data ekonomi global dan dalam negeri.

"Dari dalam negeri data inflasi diperkirakan naik 0,8 persen ke level 4,79 persen Year on Year serta data neraca perdagangan yang diperkirakan defisit ke US$ 0,1 miliar," tulis riset PT Sinarmas Sekuritas.

Sedangkan dari luar negeri, indeks saham akan dipengaruhi oleh akan dirilisnya data consumer confidence Ameriak Serikat (AS) yang diperkirakan ke level 92,5. Sedangkan China akan merilis data manufacturing PMI final yang diperkirakan ke level 50,67 dibandingkan sebelumnya 51,1.

Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, pelaku pasar harap memperhatikan level support 5.095 dan resistance 5.156 untuk mengetahui pergerakan IHSG selanjutnya.

"IHSG akan berada di level support 5.095-5.065 dan resistance 5.156-5.195-5.251-5.285," kata Yuganur.

Rekomendasi Saham

Yuganur memilih empat saham untuk diakumulasi pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan William memilih saham untuk diperhatikan pelaku pasar yaitu saham BMRI, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham BMRI untuk diperhatikan pelaku pasar. Menurut Yuganur, pihaknya melihat bahwa koreksi di saham BMRI akibat pelemahan rupiah dan pasar sudah cukup jauh untuk memicu reli kembali dari zona jenuh jual harian hingga membentuk pattern minor uptren baru ke Rp 10.325 dan Rp 10.525.

Yuganur merekomendasikan masuk saham BMRI di level pertama Rp 10.025, level kedua Rp 9.975, dan cut loss point Rp 9.925. (Ahm/)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya