Beri Info Soal MH17, Anda Terima Hadiah Lebih Besar dari Osama

Baru-baru ini, sejumlah detektif Jerman bahkan menawarkan hadiah besar bagi siapapun yang dapat menguak identitas penembak pesawat maut MH17

oleh Siska Amelie F Deil diperbarui 19 Sep 2014, 23:28 WIB
Ilustrasi MH17 terbakar (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Berlin - Setelah dua bulan berlalu, meledaknya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang membunuh 298 korban jiwa masih menjadi misteri.

Baru-baru ini, sejumlah detektif Jerman bahkan menawarkan hadiah besar bagi siapapun yang dapat menguak identitas penembak pesawat maut MH17.

Tak tanggung-tanggung, penemunya diganjar hadiah terbesar sepanjang sejarah melampaui hadiah sayembara pencarian Osama bin Laden sebesar US$ 25 juta.

Kali ini, para detektif yang direkrut klien misterius itu menawarkan hadiah sebesar US$ 30 juta atau Rp 359,5 untuk siapapun yang dapat memberikan bukti penembakan MH17 yang terbakar jatuh di zona perang Ukraina. (Kurs: Rp 11.985/US$).

Mengutip laman USA Today, Jumat (19/9/2014), Wifka, perusahaan investigasi swasta Jerman yang khusus menangani kasus penipuan mengatakan penawaran dan hadia uang tersebut sudah tersedia dan siap diambil kapan saja di Zurich.

Perusahaan tersebut mengungkapkan hadiah tersebut akan dibayarkan di Zurich di tempat yang dirahasiakan guna melindungi sang pemberi bukti. Meski begitu, detektif asal Jerman ini juga tidak mengetahui siapa klien yang mempekerjakan dan membayarnya.

Pimpinan Wifka Josef Resch mengaku perusahaannya telah menerima bayaran lebih dari US$ 50 ribu dari klien misterius itu. Tak hanya itu, Wifka juga menggenggam uang tunai US$ 650 ribu sebagai biaya operasional yang bisa menjadi miliknya jika mampu membongkar tragedi maut tersebut.

Wifka berjanji akan merahasiakan sang pemberi bukti dan menawarkan identitas baru jika saksi menghendakinya. Perusahaan juga berjanji memberikan pengamanan bagi sang saksi yang berani mengungkap misteri kasus teresbut.

"Kami menyarankan saksi juga menjaga dirinya baik-baik seperti menjaga kontak dengan pengacara. Rincian bukti tidak diperbolehkan dikirim melalui email atau dibahas melalui saluran telepon. Komunikasi yang terjamin aman harus terjalin antar keduanya," ungkap para penasehat perusahaan.

Berikut daftar tujuh pertanyaan yang harus dijawab pemberi bukti jika ingin mendapatkan hadiah ratusan miliar rupiah:

1. Siapa yang menembak jatuh MH17 pada 17 Juli 2014?

2. Siapa yang memberi perintah?

3. Siapa yang menemukan adanya penembakan? (tak masalah itu karena kecelakaan dan bukan karena dorongan militer, ekonomi atau politik)

4. Siapa yang dapat memberikan rincian keadaan pesawat saat terbang di udara hingga menyebabkan adanya penembakan?

5. Siapa saja yang terlibat langsung dalam penembakan?

6. Apa yang terjadi pada setiap orang yang terlibat dalam penembakan? Apa yang terjadi pada senjata yang digunakan untuk menembak saat itu?

7. Siapa yang bisa menyebutkan nama-nama orang yang terlibat dalam pembersihan di lokasi penembakan?

Seperti diketahui, pesawat maut MH17 tengah terbang ke Kuala Lumpur dari Amsterdam saat melintasi bagian timur Ukraina. Saat itu, lokasi tersebut tengah menjadi pusat perang antara tentara Ukraian dan pro separatis Rusia. Sebagian besar penumpang adalah warga Belanda. (Sis/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya