Kenaikan Peringkat Daya Saing RI Bukan Karena Jokowi Effect

Menteri Keuangan Chatib Basri menyataan bahwa peningkatkan rangking daya saing merupakan hal yang positif.

oleh Septian Deny diperbarui 03 Sep 2014, 18:00 WIB
Joko Widodo dan Jusuf Kalla berjanji akan membentuk kabinet yang efisien dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia mengalami peningkatan dalam hal daya saing global atau Global Competitiveness Index periode 2013-2014 dari semula posisi 38 menjadi 34, atau naik 4 peringkat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Chatib Basri menyataan bahwa peningkatkan tersebut merupakan hal yang positif dan perlu terus ditingkatkan agar Indonesia lebih siap menghadapi persaingan global, terutama jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"Bagus dong berarti, kok berita dari luar bagus-bagus, kalau di sini saya baca koran jelek semua," ujarnya usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Dia menjelaskan, peningkatan daya saing Indonesia ini tidak berkaitan dengan pemilihan presiden yang telah terlangsung dan dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurutnya peningkatan ini membuktikan bahwa Indonesia semakin siap untuk tantangan ekonomi global.

"Kalau daya saing tidak ada hubunganya dengan Jokowi effect. Daya saing itu berkaitan dengan infrastruktur yang lebih baik," jelas Chatib.

Sebelumnya, World Economic Forum (WEF) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang membuat posisi Indonesia lebih dari dari sebelumnya, yaitu jumlah populasi 248 juta, growth domestik product (GDP) 870,3 miliar, GDP per kapita US$ 3.509,82, GDP dibanding total dunia 1,49 persen. (Dny/Gdn)


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya