Teknik Blusukan ala Ahok: Hadiri Hajatan di Kampung-kampung

Lain Jokowi, lain pula cara Ahok untuk bisa menjangkau warga Ibukota.

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 22 Agu 2014, 19:47 WIB
Ahok tampak bersemangat saat jalan malam menuju Studio Indosiar di SCTV Tower lantai 8 (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Lain Jokowi, lain pula cara Ahok untuk bisa menjangkau warga Ibukota. Pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu punya cara blusukannya sendiri. Yakni dengan menghadiri undangan pernikahan warga di kampung-kampung.

Ahok mengaku kerap mendapatkan undangan pernikahan dari warga DKI. Dari mulai hajatan di gedung mewah hingga kampung-kampung. Namun tak semua dihadirinya.

"Ini bukan soal lihat lokasi, tapi soal ketemu warga. Makanya kita selalu pilih yang kawinan-kawinan di kampung, kita usahain datang," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Jumat (22/8/2014).

"Kalau yang di gedung kita mungkin nggak mau datang hanya mau kirim bunga," imbuh dia.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku memilih lokasi kampung-kampung agar bisa bertemu warga sekaligus memantau kondisi di lapangan. Misalnya, ketika mendapatkan undangan dari warga kampung deret maka Ahok bisa sekalian memantau kondisi proyek Pemprov DKI itu.

"Itu warga yang kirim undangannya. Kita usahain datang kok. Tapi kita pilih yang kampung ya. Jadi sambil datang kita lihat," jelas dia.

Dia mengaku, sebenarnya sejak menjabat sebagai Wagub DKI, dirinya sudah memulai teknik blusukan dengan menghadiri pernikahan warga di kampung-kampung. Cara itu menurut Ahok lebih efektif karena dapat menghemat waktu. Dalam 1 hari, ia dapat menemui warga secara langsung sekaligus mengecek kondisi lapangan.

"Kalau gua info nanti lu (wartawan) bilang pencitraan lagi, kan jadi susah. Tapi kita keliling kok, Sabtu kita keliling bawa mobil, Lebaran kemarin juga keliling, kita lihat kondisi jalan dan sampah. Kita foto-foto," ujar Ahok sambil menunjukkan beberapa foto candid yang memotret tumpukan sampah di jalan-jalan.

Ketika tak blusukan, maka beberapa ajudan yang turun ke jalan mengambil gambar situasi jalan dan perkampungan warga untuk dilaporkan pada Ahok. Misalnya, rumah-rumah kumuh, selokan yang tersumbat, dan sampah-sampah yang tak terangkut. Sehingga Ahok dapat mengetahui kinerja lurah dan camat di daerah tersebut. Atau langsung mengambil tindakan.

"Ini kacau banget kan. Daerah Sunter, Cempaka Putih. Kita langsung BBM (BlackBerry Messenger) kepala dinas, seperti kebersihan atau PU. Aku juga pasang saja CCTV sebanyak mungkin. CCTV bisa lihat muka orang," tandas Ahok. (Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya