Utang Luar Negeri RI Kian Menumpuk

Peningkatan posisi ULN tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya kepemilikan nonresiden atas surat utang.

oleh Nurmayanti diperbarui 20 Agu 2014, 09:35 WIB
Ilustrasi Rupiah (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juni 2014 tercatat mencapai US$ 284,9 miliar, meningkat US$ 8,6 miliar atau 3,1 persen dibandingkan dengan posisi akhir kuartal  I-2014 sebesar US$ 276,3 miliar.

"Bank Indonesia memandang bahwa perkembangan ULN sampai Juni 2014 masih cukup sehat dalam menopang ketahanan sektor eksternal meskipun perlu terus diwaspadai. Bank Indonesia akan tetap memantau dan memperkuat kebijakan pengelolaan ULN, khususnya ULN swasta, sehingga ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas makroekonomi," menurut keterangan BI, Rabu (20/8/2014)

Peningkatan posisi ULN tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya kepemilikan nonresiden atas surat utang yang diterbitkan baik oleh sektor swasta (US$ 4,2 miliar) dan sektor publik (US$ 1,2 miliar) serta pinjaman luar negeri sektor swasta (US$ 1,6 miliar) yang melampaui turunnya pinjaman luar negeri sektor publik (US$ 0,8 miliar).

Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 32,33% pada kuartal I-2014 menjadi 33,86% pada Juni 2014. Sementara itu, debt service ratio (DSR), yaitu rasio total pembayaran pokok dan bunga ULN relatif terhadap total penerimaan transaksi berjalan meningkat dari 46,42 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 48,28 persen pada Juni 2014.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, posisi ULN meningkat US$ 26,9 miliar atau 10,4 persen dari US$ 258,0 miliar.

Peningkatan tersebut terutama disumbang kenaikan pinjaman luar negeri sektor swasta (US$ 13,6 miliar) serta surat utang sektor publik (US$ 9,4 miliar) dan sektor swasta (US$ 2,6 miliar).

Posisi ULN Indonesia pada akhir Juni 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar US$ 131,7 miliar (46,2 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta US$ 153,2 miliar (53,8 persen dari total ULN).

Posisi ULN kedua sektor tersebut masing-masing meningkat 0,9 persen dan 5,1 persen dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I-2014 sebesar US$ 130,5 miliar dan US$ 145,7 miliar.

Pada sektor swasta, posisi ULN pada akhir Juni 2014 terutama terpusat pada sektor keuangan, industri pengolahan, dan pertambangan.

Posisi ULN ketiga sektor tersebut masing-masing sebesar USD$ 42,6 miliar (27,8 persen dari total ULN swasta), US$ 30,9 miliar (20,2 persen dari total ULN swasta), dan US$ 27,2 miliar (17,8 persen dari total ULN swasta). Bila dibandingkan dengan kuartal I-2014, posisi ULN ketiga sektor tersebut masing-masing tumbuh 7,9 persen, 3,2 persen, dan 6,7 persen.(Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya