Upaya Pemerintah Raih Potensi Sektor Kelautan US$ 171 Miliar

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggelar Marine and Fisheries Expo Conference pada akhir Agustus dan September 2014.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 13 Agu 2014, 19:17 WIB
Seorang peniliti dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengamati terumbu karang di perairan Pulau Hoga, Kepulauan Wakatobi, Sultra. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan potensi kekayaan sumber daya alam dari sektor perikanan dan kelautan Indonesia diproyeksi mencapai US$ 171 miliar per tahun.

Untuk mencapai potensi itu diperlukan promosi berskala internasional seperti Marine and Fisheries Expo Conference (MFEC) 2014 yang dibuka pada Rabu (13/8/2014).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo mengatakan, potensi kekayaan laut nasional meliputi banyak aspek. "Potensi dan kekayaan sumber daya alam tersebut meliputi perikanan, pariwisata bahari, energi terbaharukan, mineral dan di dasar laut minyak dan gas bumi, industri maritim, dan jasa kelautan," kata dia di Jakarta, Rabu pekan ini.

Dia merinci, ada pun nilai potensi tersebut meliputi perikanan US$ 32 miliar, wilayah pesisir US$ 56 miliar, bio teknologi US$ 40 miliar, wisata bahari US$ 2 miliar, minyak bumi US$ 21 miliar dan transportasi laut US$ 20 miliar.

Menurut Sharif, acara ini terbagi menjadi dua tahapan. Untuk tahap pertama berlangsung pada 27-29 Agustus 2014 dengan tema Fisheries for Food Security yang difokuskan pada bidang kegiatan perikanan. Sementara pada tahap kedua bertema Business Investment Summit yang akan berlangsung pada akhir September 2014.

"Penyelenggaraan tersebut akan hadir berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah, lembaga internasional, akademisi, investor dan pelaku sektor usaha sektor kelautan dan perikanan, dalam maupun luar negeri," tutur Sharif.

Dia menambahkan, acara memiliki arti penting yakni sebagai  alat komunikasi kepada stakeholder dan masyarakat luas.

"Kegiatan ini merupakan sarana yang tepat dalam mempromosikan produk, jasa, teknologi, serta peluang investasi dibidang kelautan dan perikanan," tutup dia. (Amd/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya