PBNU: Setelah Pilpres, Ulama yang Terpecah Semoga Bersatu Lagi

"Memilih dalam Pilpres itu kan nggak papa. Itu kan hak pribadi. Asal ulama jangan mendukung capres mengeluarkan fatwa."

oleh Widji Ananta diperbarui 23 Jul 2014, 19:53 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan, dalam Pemilihan Presiden 2014 ini banyak ulama yang terpecah-belah dan meninggalkan persaudaraan sesama umat Islam karena mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.

"Ya dalam Pilpres ini kan banyak memang ulama yang terpecah. Tapi setelah ini semoga semuanya menjadi bersatu kembali," kata Khatib PBNU Malik Madani di Markas PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Ia mengatakan, dukungan terhadap para capres-cawapres merupakan hal biasa dan tidak ada larangan. Karena itu adalah hal pribadi dan hak manusia. Namun asal jangan sampai mengeluarkan fatwa dukungan.

"Memilih dalam Pilpres itu kan nggak apa-apa. Itu kan hak pribadi. Asal ulama jangan mendukung capres mengeluarkan fatwa," tandas Malik.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, Pilpres bukanlah sebuah hasil akhir yang akan memberikan perpecahan terhadap persatuan bangsa. Karena setiap pasangan harus bisa menjaga diri agar tak berujung perang saudara.

"Persaingan politik yang demokratis tidak seharusnya mengakibatkan pertikaian, akan tetapi harus berujung kemaslahatan. Karena seruncing apapun perbedaan, tak boleh mengalahkan persaudaraan antar-sesama," kata Said Aqil. (Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya