Bahas Serangan ke Gaza, Menlu Jerman Besok ke Timur Tengah

Steinmeier akan membahas desakan internasional untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

oleh Rinaldo diperbarui 13 Jul 2014, 23:27 WIB
Asap hitam mengepul menyusul serangan udara militer Israel ke kota Gaza, Palestina, (12/7/2014). (AFP PHOTO/Thomas Coex)

Liputan6.com, Berlin - Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier akan ke Timur Tengah di tengah-tengah peningkatan kemelut Israel dengan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

"Saya memastikan Menteri Luar Negeri Steinmeier melakukan perjalanan ke Timur Tengah besok dan lusa," kata juru bicara kementerian itu, Minggu (13/7/2014), seiring dengan peningkatan upaya diplomatik untuk menghentikan pertumpahan darah. Namun, dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Selain itu, Steinmeier akan membahas desakan internasional untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan timpalannya dari Inggris dan Prancis di Wina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Federica Mogherini, yang memegang kepresidenan bergilir Uni Eropa dan dipandang sebagai calon kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, juga menuju ke wilayah tersebut. Kementeriannya mengatakan, Mogherini akan berada di Israel dan Palestina dari Selasa sampai Kamis mendatang.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk serangan roket ke Israel dari Gaza dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu lalu. Ia mengatakan, tidak ada pembenaran untuk serangan tersebut.

Steffen Seibert juru bicaranya mengatakan, eskalasi saat ini hanya bisa tenang jika Hamas menghentikan serangan roket terhadap kota-kota di Israel. "Kami menggarisbawahi hak Israel untuk mempertahankan diri melawan serangan ini dengan tetap menjaga proporsionalitas," katanya.

Dia juga menegaskan pentingnya upaya untuk mencegah berlarut-larutnya konflik ini. "Sangat penting bahwa eskalasi lebih lanjut dicegah dan kematian dan luka-luka di kalangan warga sipil di kedua belah pihak harus dihindari," katanya.

Israel sendiri terus meningkatkan serangan di Gaza dan memperingatkan warga Palestina di utara untuk mengungsi setelah marinir negara itu melancarkan serangan darat.

Jumlah korban tewas Palestina dari 6 hari serangan udara Israel mencapai 165 orang, setelah hari paling berdarah di mana 56 orang tewas. (Ant)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya