Ditanya Pelanggaran HAM oleh JK, Prabowo Emosi?

Dalam sesi tanya jawab antara dua kandidat pada segmen IV, Prabowo Subianto menjawab pertanyaan dari cawapres nomor urut 2 Jusuf Kalla.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 10 Jun 2014, 11:23 WIB
Pasangan Prabowo-Hatta yang mengenakan pakaian serasi berwarna putih itu diberi kesempatan pertama oleh moderator yang dipandu Zainal Arifin Mochtar, Jakarta, Senin (9/6/14). (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta - Debat kandidat capres-cawapres perdana berlangsung seru. Terlebih, saat pasangan Jokowi-JK melempar pertanyaan soal dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan capres Prabowo Subianto pada 1998.

Mendapat pertanyaan tersebut, Prabowo menjawabnya dengan penuh semangat. Namun, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat membantah mantan Danjen Kopassus itu menjawab dengan emosional.

Menurutnya, Prabowo hanya menjelaskan perbedaan keadaan dirinya saat ini dan masa lalu. "Dia spontan karena kan memang memahami kejadian dulu, susah. Kalau sekarang ada masalah hukum kan polisi, kalau dulu tentara. Cara pikirnya beda," tutur Martin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Prabowo ataupun Jokowi, keduanya menilai debat perdana berlangsung lancar. Meski Prabowo mengaku sempat grogi. "Saya kira untuk pertama kali lumayan bagus. Ya, agak grogi juga sedikit," ujar Prabowo usai acara debat.

Dalam sesi tanya jawab antara 2 kandidat pada segmen IV, Prabowo Subianto menjawab pertanyaan dari cawapres pasangan nomor urut 2 Jusuf Kalla terkait masalah HAM.

"Tadi Bapak menyampaikan pada awal-awal, tiada pengikut yang salah, hanya pemimpin yang salah soal pelanggaran HAM di masyarakat. Bagaimana tanggapan Pak Prabowo?" tanya JK.

Prabowo pun menjawab pertanyaan JK. Menurutnya, HAM yang paling mendasar adalah hak untuk hidup. Tugas Undang-Undang Dasar yang diberikan yaitu melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan tugas pemerintah adalah mengamankan negara dari segala ancaman.

"Jadi saya sekian puluh tahun adalah abdi negara yang membela kedaulatan dan HAM. Mencegah kelompok-kelompok radikal atau yang menggunakan kekerasan dengan maksud mengancam keselamatan orang-orang tak bersalah," jawab Prabowo.

Prabowo menilai mereka yang menggunakan kekerasan dinilai sebagai ancaman HAM. "Karena itu kewajiban sebagai pembela bangsa untuk mengamankannya," imbuhnya.

"Bapak tidak mengerti kami berada di posisi yang susah untuk mengambil keselamatan negara," tukas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya