Pengusaha Dorong Kreativitas Industri Berbasis Budaya

Industri berbasis budaya seperti kerajinan mebel dan rotan menjadi produk yang dapat menghasilkan barang premium dengan harga jual bagus.

oleh Septian Deny diperbarui 06 Jun 2014, 09:58 WIB
Perajin merangkai kerajinan anyaman bambu berbentuk lampu tempel di Desa Ringinagung, Kec/Kab. Magetan, Jatim. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Industri berbasis tradisi dan budaya merupakan salah satu industri unggulan Indonesia sebagai penggerak pencipta lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan. Salah satu industri berbasis budaya yaitu kerajinan mebel dan rotan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI), Abdul Sobur mengatakan, industri ini merupakan basis dari karakter dan simbol kehadiran Bangsa Indonesia di tengah pergaulan antar bangsa di dunia.

"Dengan memperkuat industri ini, kekayaan intelektual (termasuk human capital) dan warisan budaya bangsa dapat dilestarikan sebagai sumber pendapatan dan pekerjaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia," ujar Sobur dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Menurut Sobur, warisan budaya merupakan sumber inspirasi untuk menghasilkan produk-produk inovatif baru bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.  "Industri berbasis tradisi dan budaya adalah potensi orisinal yang dimiliki industri nasional," lanjutnya.

Sobur menjelaskan, industri ini memiliki keunggulan yang ditopang oleh pertama, bahan baku tersedia dan tersebar di seluruh Indonesia. Kedua, memiliki karakter nilai budaya. Ketiga, mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar, yang umumnya berskala kecil menengah.  

Oleh sebab itu, diperlukan kejelian para pelaku usaha dalam menentukan produk dan memilih target pasar yang tepat, serta dukungan penuh dari pemerintah secara kontinyu dan konsisten. Karena faktanya, ekspor sektor industri berbasis tradisi dan budaya, seperti industri kerajinan misalnya, justru meningkat di saat krisis ekonomi.

"Sektor industri ini biasanya bisa menciptakan pasar sendiri. Dari segmen produk, yang dihasilkan adalah barang-barang premium yang harga jualnya juga bagus," jelas dia.

Dia pun berharap ke depan akan semakin banyak produk-produk kreatif lainnya yang memiliki akar dan semangat berbasis tradisi. "Kreasi dan inovasi mutlak dibutuhkan untuk menjawab tantangan dari berbagai pihak. Bagaimana kita bisa membuat karya yang benar-benar baru dan original," tandasnya. (Dny/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya