Buka Distro, Rio Dewanto Berhenti Main Sinetron

Rio Dewanto juga ingin pakaian yang diproduksinya bisa dipasarkan hingga ke luar negeri.

oleh Rizky Aditya Saputra diperbarui 23 Mei 2014, 19:30 WIB
Rio Dewanto juga ingin pakaian yang diproduksinya bisa dipasarkan hingga ke luar negeri.

Liputan6.com, Jakarta Rio Dewanto sedang punya kesibukan lain. Pemain film Java Heat ini baru saja membuka distro miliknya yang bernama Hunted. Untuk mengembangkan bisnis clothingnya tersebut, Rio pun rela untuk berhenti sementara dari layar kaca.

"Iya nih memang lagi pengin ini (distro) dulu. Untuk saat ini saya juga kayaknya nggak mau sinetron atau FTV deh, paling kalau ada tawaran film, baru diambil," ujar Rio Dewanto saat berbincang dengan Liputan6.com di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2014).

Untuk usaha bisnisnya kali ini, suami Atiqah Hasiholan itu tidak sendiri. Rio dibantu tiga rekannya untuk memproduksi baju Hunted di Bandung. Rencananya, Rio akan memasarkan produk distro miliknya itu ke luar negeri.

"Produk Hunted ini dimotori kami berempat. Ini pertama kali saya mencoba terjun ke dunia fashion, produksinya di Bandung. Hunted secara arti dan filosofi kami mau barang kami diburu dan kami mau barang ini dijual di luar negeri," paparnya.

Harga yang dibanderol pun beragam. Untuk harga t-shirt, kemeja, jaket, sepatu dan topi bisa dibeli mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp2 juta. Uniknya, untuk satu desain baju, hanya akan diproduksi sebanyak 50 buah. Hal itu dilakukan untuk menjaga eksklusifitas barang yang diproduksi.

"Sekarang ini barangnya fokus ke cowok saja, karena kami berempat cowok semua. Baju perempuan secara desain itu lebih rumit dan butuh perhatian khusus," tutur aktor kelahiran 28 Agustus 1987 ini. (Ras/Fei)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya