Sebab Rentetan Pelecehan Seksual Anak Terus Terkuak

"Pemicu awalnya JIS keberanian itu. Ketika harga diri seorang ibu, dipertimbangkan dengan aib anak yang dilecehkan," kata wakil ketua KPAI.

oleh Ahmad Romadoni Diterbitkan 21 Mei 2014, 15:56 WIB
KPAI (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak terkuaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jakarta International School (JIS), rentetan kasus serupa mulai bermunculan. Hal ini diartikan sebagai waktu yang tepat bagi warga untuk mengungkap kasus. Ditambah ungkapan batas kesabaran orangtua yang telah habis terhadap pelaku.

"Itu merupakan sebuah titik kemungkinan ambang batas tingkat kesabaran orangtua. Pemicu awalnya JIS keberanian itu. Ketika harga diri seorang ibu, dipertimbangkan dengan aib anak yang dilecehkan," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Budiharjo dalam diskusi "Bangkitkan Gerakan Perlindungan Anak Indonesia" di kawasan
Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).

Dalam kasus JIS, lanjut Budi, orangtua sudah melaporkan ke sekolah. Tapi, pihak sekolah tidak menunjukan itikad baik dalam menyelesaikan kasus. Karena itu, sang ibu memberanikan diri untuk melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Sebetulnya orangtua sudah lapor. Tapi, ketika lembaga pendidikan yang seharusnya menganaliasis dan merangkul malah membiarkan. Ketika harga diri dipertaruhkan. Kuncinya ada pada keberanian. Pelapor punya keberanian dia berani. Meledaklah di situ," lanjutnya.

Munculnya kasus serupa dengan jumlah yang terus bertambah memang seperti efek domino selepas JIS. Tapi, hal ini diartikan Budi sebagai meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kasus kekerasan anak.

"Ada sebuah tingkat partisiasi masyarakat terbuka. Mungkin sudah waktunya masyarakat membongkar sebuah sindikat yang sifatnya seksual. Ini bagus untuk aspek keterbukaan," tandas Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya