Wakil Ketua KPK: Bila Abraham Samad Jadi Cawapres, Harus Mundur

Hingga saat ini tak ada pembicaraan terkait hal itu di antara pimpinan KPK. Bahkan Abraham Samad sendiri belum pernah membicarakan itu.

oleh Edhie Prayitno Ige diperbarui 20 Mar 2014, 18:25 WIB
Disela-sela diskusi yang diadakan di gedung KPK Jakarta pada Rabu 19 Maret 2014, sesekali terlihat kedua pimpinan KPK (Bambang Widjojanto dan Abraham Samad) berbincang akrab. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Semarang - Munculnya nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam bursa cawapres Partai Gerindra tak pernah didiskusikan di tingkat pimpinan KPK. Samad juga pernah menyampaikan bahwa untuk maju sebagai cawapres, harus seizin pimpinan dan pegawai KPK yang lain.

"Terus terang, ini kan baru ribut di media. Kami belum pernah mendiskusikan ini. Konsentrasi pimpinan ke pemberantasan korupsi," kata Wakil ketua KPK Bambang Widjojanto usai acara di Unika Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2014).

Bambang menegaskan, pimpinan KPK masih solid dan fokus pada pemberantasan korupsi. Ia juga menekankan, hingga saat ini tak ada pembicaraan terkait hal itu di antara pimpinan KPK. Bahkan Samad sendiri belum pernah membicarakan hal itu dalam rapat pimpinan.

Ia kemudian berandai-andai, jika benar Samad akan mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Prabowo Subianto, maka seperti halnya pejabat lain harus mundur dari kursi Ketua KPK.

"Kita belum punya pengalaman, memang seharusnya kayak pejabat lain, mengundurkan diri," kata Bambang.

Sementara itu, menanggapi lirikan Prabowo untuk menjadi cawapres, Abraham Samad juga memberikan jawaban diplomatis. "Saya tinggal menunggu takdir, apakah jadi wapres, presiden, atau tetap jadi ketua KPK," kata Samad, Rabu 19 Maret 2014 kemarin. (Yus Ariyanto)

Baca juga:

ICW: Abraham Samad Harus Fokus Berantas Korupsi

Jokowi: Masih Muda, Abraham Samad Harusnya Jadi Presiden

Prabowo Gandeng Abraham Samad, Jokowi Terancam?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya