Kebiasaan Tak Terduga yang Sebabkan Depresi

Waktu tidur yang kurang, menghindar dari lingkungan sosial dan kurang olahraga dapat memicu risiko depresi, dan ini masalah serius.

oleh Kusmiyati diperbarui 05 Mar 2014, 14:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Tidak dipungkiri siapa pun bisa saja mengalami depresi dan itu berdampak buruk pada tubuh. Untuk beberapa orang, depresi menjadi penyakit yang melemahkan seluruh organ tubuhnya. Kondisi depresi dapat merampas energi, konsentrasi dan kesenangan.

Orang-orang yang berada dalam keadaan depresi tidak dapat menemukan kenikmatan dengan yang mereka lakukan. Dalam beberapa kasus yang parah, orang dengan depresi tingkat tinggi memiliki keinginan mengakhiri hidupnya.

Dikutip Lifespan, Rabu (5/3/2014), depresi sudah termasuk ke dalam kondisi medis yang serius dan perlu mendapatkan perawatan khusus dari dokter atau terapis.

Depresi disebabkan oleh beberapa hal, beberapa di antaranya mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis. Berikut ini beberapa kebiasaan yang menyebabkan depresi :

1. Kurangnya Latihan

Latihan menjadi hal penting untuk mensejahterakan fisik dan mental. Hal ini mempengaruhi kondisi fisik menjadi pribadi yang malas dan makan terlalu banyak.

Efek tersebut membuat seseorang depresi karena peningkatan berat badan. Untuk itu latihan sangat penting setidaknya lakukan 40 menit setiap harinya. Hal tersebut dapat bermanfaat untuk perkembangan otak dan membuat Anda semakin aktif dan bersemangat.

2. Diet Sembarangan

Untuk menghasilkan tubuh ideal tidak sedikit wanita yang berusaha keras melakukan diet. Namun tidak sedikit juga yang belum memahami diet yang benar sehingga mengganggu kesehatan. Dengan diet yang sembarang terkadang menghilangkan makanan kandungan omega 3.

Makanan sehat baik untuk tubuh dan pikiran, konsumsi makanan yang mengandung omega 3 dapat membantu perkembangan otak. Bila otak kekurangan asupan omega 3 maka berisiko depresi. Untuk itu mulailah menjaga kesehatan tubuh dan otak agar terhindar dari depresi.

3. Kebiasaan Tidur yang Buruk dan Stres

Ketika kebiasaan mengurangi jam tidur maka Anda mengundang depresi mampir ke pikiran. Para ahli medis dan dokter menyarankan untuk tidur tujuh sampai delapan jam.

Ketika waktu tidur berkurang maka pikiran menjadi mudah gelisah, paranoid dan depresi. Selain itu hindari stres karena semakin stres seseorang maka semakin sulit tidur.

Siklus ini berisiko depresi dan frustasi serta tidak dapat mengendalikan yang sedang terjadi dalam hidup sehingga akhirnya merasa tertekan. Untuk mencegah depresi cukup dibantu dengan menjaga pola tidur.

4. Menghindar dari Lingkungan Sosial

Menarik diri dari banyak orang bukanlah hal yang bermanfaat, dengan melakukan hal itu maka Anda mengundang tekanan dari segala penjuru. Dengan menghindari seseorang yang dekat dengan Anda memicu risiko depresi dan itu adalah hal terburuk untuk kondisi fisik dan mental.

Menurut peneliti, menjaga hubungan dekat dengan teman dan keluarga dapat membantu meningkatkan kinerja otak dan menurunkan tingkat stres. Mengisolasi diri sendiri berarti berusaha untuk menekan pikiran dan perasaan sehingga merusak kapasitas mental.

5. Berpikir Negatif

Merenungkan sesuatu dengan tujuan intropeksi diri mungkin bagus, namun bukan berarti terus menyalahkan dan selalu berpikir negatif. Pikiran tersebut mengundang depresi untuk hinggap di hidup Anda.

Terus menerus memikirkan sebuah ancaman, penolakan, kehilangan dan kegagalan adalah cara yang tepat bila Anda ingin menjadi orang yang selalu tertekan. Berpikir negatif dapat memicu depresi yang berakhir menjadi masalah kejiwaan.

Sebaiknya mulailah mencoba menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat. Mendengar cerita dan lelucon dari mereka dapat membantu pikiran menjadi tenang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya