Kerangka Jenazah Belum Dikenali

Tim forensik belum berhasil mengidentifikasi keempat kerangka jenazah yang ditemukan di Jombang. Keluarga Guruh dan Ariel ikut membantu proses identifikasi jenazah korban.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Juli 2008, 18:31 WIB

Liputan6.com, Surabaya: Ruang otopsi Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/7) petang didatangi orangtua Guruh Setyo Pramono alias Guntur, asal Nganjuk. Mereka bergabung bersama keluarga Ariel Sitanggang asal Depok, Jawa Barat, membantu proses identifikasi empat jenazah yang digali dari belakang rumah orangtua Verry Idham Henyaksyah alias Ryan di Jombang.

Hingga saat ini tim forensik belum berhasil mengidentifikasi keempat kerangka jenazah yang diduga menjadi korban kekejian Ryan tersebut. Polisi saat ini hanya berpegang pada keterangan Ryan yang mengaku keempat korban itu adalah Ariel, Guntur, Vincent, dan Grendy asal Belanda [baca: Lagi, Empat Kerangka Manusia Ditemukan].

Korban Ryan bisa jadi bertambah. Seorang pria muda yang berprofesi sebagai penyiar radio di Jombang dilaporkan hilang sejak Januari 2008. Ia terakhir kali terlihat bersama ryan. Juga seorang ibu dan anaknya yang tak terlacak keberadaannya hingga kini, di mana sang ibu adalah teman Ryan di pusat kebugaran.

Sementara itu, tangisan histeris keluarga Guruh atau Guntur di Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor, Nganjuk, pecah setelah mengetahui anggota keluarga mereka menjadi korban pembunuhan. Menurut mereka, Guntur yang alumni Universitas Brawijaya Malang itu pergi meninggalkan rumah sejak April 2007 untuk bekerja di Surabaya.

Polisi sendiri sejak kemarin telah mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya terkait kasus Ryan untuk menghubungi nomor telepon 0816-851777 atau melalui pesan singkat ke nomor 1717. Hingga saat ini kurang lebih 40 telepon yang masuk mengecek keberadaan anggota keluarga mereka yang hilang [baca: Korban Kemungkinan Bertambah, Polisi Buka Layanan Pengaduan].

Sementara itu, dari kampung halaman tersangka di Jombang, mereka yang mengenal Ryan seakan tak percaya perbuatan keji sang mantan guru mengaji tersebut. Sedangkan para pakar menilai, perilaku Ryan menunjukkan penyimpangan psikologis atau psikiatris.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya