Tebe Lamkne, Tarian Mensyukuri Hasil Panen

Tarian ini menjadi ritual sebelum warga Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen, Belu, NTT, memanen hasil pertanian mereka. Tebe lakmanen ini kini digelar juga untuk menyambut tamu.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Agustus 2007, 18:20 WIB

Liputan6.com, Belu: Tebe lamaknen adalah tarian khas Kabupaten Belu, Nusatenggara Timur, yang ditarikan untuk mensyukuri hasil panen padi atau jagung. Tarian ini menjadi ritual sebelum warga Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen, Belu, memanen hasil pertanian mereka. Tebe lakmanen juga menjadi lambang keterikatan dalam persaudaraan.

Tarian warisan leluhur di perbatasan Timor Leste ini mengandalkan kekuatan fisik. Para penari dengan saling merangkul dan melompat berulang-ulang kali bergantian antara lelaki dan perempuan. Pakaian adat Belu digunakan sebagai wujud persaudaraan sesama warga. Kepala diikat dengan kain putih melambangkan ketulusan pemberian dari Tuhan. Sementara saling merangkul melambangkan kebersamaan untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga.

Selain warga di perbatasan Belu, tarian tebe lamaknen masih menjadi tradisi yang terus dilestarikan sebagian warga Timor Leste karena lahir dari satu budaya yang sama. Tarian ini kini digelar juga untuk menyambut tamu.(TOZ/Didimus Payong Dore)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya