Gelombang pengungsian kemungkinan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya Perumahan Tanggulangin dihuni sekitar 10 ribu jiwa. Sementara warga Desa Reno Kenongo, Kecamatan Porong dan Desa Kedung Bendo, Tanggulangin sudah lebih dulu mengungsi [baca: Gelombang Pengungsian Warga Reno Kenongo Masih Berlangsung].
Air bercampur lumpur berasal dari jebolnya tanggul yang berada di depan Balai Desa Kedung Bendo. Ketinggian air kini sudah sebatas betis orang dewasa. Warga mengaku tidak tahu akan mengungsi ke mana. Yang pasti, menurut Kasrun, warga harus segera keluar dari kawasan perumahan.
Advertisement
Di lain pihak, tim penyelamat masih terus mencari dua korban yang belum ditemukan pascaledakan pipa gas Pertamina di Kilometer 38 Jalan Tol Porong-Gempol. Proses pencarian berjalan lambat karena ponton yang akan digunakan masih bocor. Pencarian korban juga terganjal luberan lumpur.
Kedua korban adalah Rudi Tri Iswandi, warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I dan seorang sopir dump truck. Kuat dugaan keduanya tewas tertimbun lumpur. Sementara 11 korban lain sudah dimakamkan keluarga masing-masing [baca: Tiga Korban Ledakan Pipa Gas Dimakamkan].
Ketua Tim Penyelamat M. Hernanto mengatakan, pihaknya akan terus membangun tanggul agar luberan lumpur dari kolam penampungan tidak menggenangi badan jalan bebas hambatan. Namun, dia mengakui, pembangunan tanggul agak sulit karena keterbatasan alat.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)