Pemerintah Jepang Mengucurkan Dana Miliaran Rupiah

Pemerintah Jepang mencairkan bantuan senilai Rp 7 miliar untuk membangun empat proyek infrastruktur di luar proyek pembangunan subway. Sebagian dana digunakan untuk proyek pengembangan SDM.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2006, 10:01 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Jepang akhirnya mengucurkan pinjaman berbunga lunak senilai Rp 7 triliun. Dana itu sebagian besar akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Sedangkan sisanya untuk peningkatan sumber daya manusia serta upaya stabilitas ekonomi makro. Demikian disampaikan Masafumi Kuroki, wakil pemerintah Jepang di Jakarta, belum lama ini.

Proyek infrastruktur meliputi pembangunan jalan penghubung lingkar luar Jakarta (JORR) dengan Pelabuhan Tanjungpriok tahap dua dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Asahan III di Sumatra Utara. Selain itu, untuk proyek perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang serta proyek manajemen banjir di Semarang, Jawa Tengah.

Kuroki mengaku, pihaknya belum memasukkan proyek pembangunan kereta bawah tanah atau subway dalam kesepakatan ini. Alasannya, belum adanya kata sepakat. Soalnya, Jepang mensyaratkan penggunaan teknologi dan kontraktor utama berasal dari negaranya. Kalau tidak, patungan antara Indonesia Jepang dengan pinjaman selama 40 tahun. Adapun bunganya 0,4 persen per tahun. Namun, pihaknya tetap membuka pintu dialog dengan Indonesia [baca: Pembangunan Kereta Bawah Tanah di Jakarta Tertunda].(DNP/Aryo Adi Prabowo dan Joni Marcos)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya