Kaban: Banjir Kutacane Akibat Penebangan Pohon

Menteri Kehutanan M.S. Kaban mengatakan, banjir bandang di Kutacane, Aceh, terjadi karena penduduk serampangan menebang pohon kemiri. Dia mendapat laporan puluhan truk membawa kayu dari Aceh Tenggara.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 20 Oktober 2005, 15:24 WIB
Menteri Kehutanan M.S. Kaban mengatakan, banjir bandang di Kutacane, Aceh, terjadi karena penduduk serampangan menebang pohon kemiri.

Liputan6.com, Kutacane: Menteri Kehutanan M.S. Kaban mengatakan, banjir bandang di Kutacane, Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa silam, akibat penebangan pohon. Dia sudah menerima laporan bahwa setiap hari ada sekitar 30 sampai 40 truk yang membawa kayu dari Aceh Tenggara dan Aceh Selatan. Namun, dia belum memastikan kayu yang diangkut bukan hasil penebangan liar. Hal ini diungkapkan Kaban saat mengunjungi lokasi banjir bandang di Kecamatan Semadam, Kutacane, Kamis (20/10).

Lebih jauh Kaban mengatakan, banjir bandar terjadi karena penduduk secara serampangan menebang pohon kemiri yang banyak terdapat di kawasan itu. Padahal selama ini, pohon kemiri sangat berguna untuk menjaga ekosistem. Kaban melakukan pemantauan dari udara di lima desa di Kecamatan Semadam yang masih tertutup lumpur bercampur batu dan kayu.

Sementara itu, hingga sore ini, jumlah korban meninggal dunia dalam banjir bandang bertambah menjadi empat belas orang. Regu penolong menemukan lagi korban baru yakni jenazah seorang anak laki-laki dan seorang ibu [baca: Korban Tewas Banjir di Kutacane Terus Bertambah].(TNA/Cuk Arbianto)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya