Atribut Calon Wali Kota Memenuhi Depok

Kampanye pilkada di Depok, Jawa Barat, baru dimulai awal Juni mendatang. Namun, tim sukses sejumlah calon wali kota Depok sudah mulai berkampanye dan mengintensifkan lobi-lobi politik.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Mei 2005, 20:24 WIB
Liputan6.com, Depok: Tim sukses sejumlah calon wali kota Depok, Jawa Barat mulai gencar mensosialisasikan program dan figur yang diusungnya dalam pemilihan kepala daerah Juni mendatang. Padahal, kampanye untuk pilkada di daerah sebelah selatan Jakarta itu baru dimulai awal Juni besok.

Dari pemantauan SCTV, baru-baru ini, berbagai sudut Kota Depok sudah diramaikan dengan berbagai spanduk maupun atribut calon wali kota. Tim sukses calon wali kota juga berusaha mengemas acara kampanye dalam berbagai bentuk untuk menghindari tudingan mencuri start atau pelanggaran kampanye pilkada.

Ada juga pengurus pusat partai politik yang turun ke lapangan bersama calon yang didukung DPP partai tersebut, seperti yang dilakukan fungsionaris Partai Amanat Nasional Didik J Rachbini yang hadir dalam acara dialog bersama pasangan Harun Heryana dan Farkhan A.R. yang didukung PAN. Didik mengatakan, lobi dengan cara turun ke bawah dalam suatu kelompok adalah hal wajar.

Di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, hari ini, kampanye pilkada memasuki hari terakhir. Di pengujung masa kampanye ini para kandidat kembali menebarkan janji kepada rakyat setempat.

Kedatangan pasangan calon bupati Syaukani-Syamsuri Aspar di lapangan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, disambut meriah ribuan pendukungnya. Di lokasi kampanye, pasangan calon bupati ini mengajak serta Kepala Suku Dayak Kenyah Petrus Jiu untuk berorasi di atas panggung. Syaukani, dalam orasinya, menyakinkan para pendukung untuk mendukung program Gerbang Dayaku.

Sementara itu pasangan Tajuddin Noor dan Abdul Djebar menutup putaran kampanye terakhir di lapangan Kecamatan Loa Kulu. Pasangan ini menyampaikan visi dan misinya di depan pendukung yang mayoritas petani dan pedagang. Tajuddin menjanjikan akan memberi dana yang lebih besar bagi setiap desa.

Seperti kampanye sebelumnya, masing-masing kandidat bupati Kutai Kartanegara ini membawa sejumlah artis Ibu Kota untuk menghibur pendukung mereka [baca: Kampanye Putaran Ketiga di Kutai Kartanegara]. Dengan selesainya kampanye putusan terakhir ini, proses pilkada Kabupaten Kartanegara akan memasuki masa tenang selama tiga hari sampai waktu pencoblosan pada 1 Juni mendatang.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya