Liputan6.com, Jakarta - Enam bank raksasa dunia melontarkan peringatan serius mengenai risiko keamanan saat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diberi wewenang penuh untuk melakukan transaksi keuangan atas nama pengguna. Tren baru ini dinilai dapat membuka celah kejahatan siber, potensi pemborosan, hingga memicu sengketa pembayaran.
Mengutip laporan dari Mashable, Jumat (25/9/2026), peringatan tersebut dirilis oleh enam bank global melalui dokumen bertajuk "Building Trust in Agentic Commerce". Melalui dokumen ini, sektor perbankan mendesak para pengembang dan perusahaan teknologi untuk memprioritaskan aspek keamanan dan transparansi saat merancang fitur belanja berbasis AI.
Adapun enam lembaga keuangan yang terlibat dalam inisiatif ini meliputi:
Advertisement
- Bank of America
- Capital One
- ASB Bank
- Commonwealth Bank of Australia
- ING Group
- NatWest Group
Mengenal Agentic Commerce dan Bahayanya
Istilah agentic commerce merujuk pada aktivitas perdagangan digital di mana agen AI diberi delegasi hak akses untuk mengambil keputusan sekaligus mengeksekusi transaksi secara independen, bukan sekadar memberikan rekomendasi produk kepada pengguna.
Sektor perbankan mengkhawatirkan masyarakat belum sepenuhnya memahami apakah agen AI tersebut benar-benar bekerja demi kepentingan finansial mereka. Masalah krusial berpotensi muncul ketika sistem AI keliru membeli barang, menghabiskan anggaran secara berlebihan, hingga dana pengguna tersedot akibat tindak kejahatan siber.
Ancaman ini juga bersumber dari mekanisme pemrosesan pembayaran. Beberapa layanan AI terdeteksi meminta data kartu kredit/debit pengguna secara langsung untuk dimasukkan ke situs belanja, atau memilih metode pembayaran yang memiliki skema perlindungan konsumen yang minim.
Â
Ancam Pedagang dan Dipicu Celah Keamanan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596926/original/084968200_1633709796-e-commerce.jpg)
Tak hanya merugikan konsumen, para pelaku kejahatan siber (hackers) dapat memanfaatkan celah ini dengan menyamar sebagai agen AI maupun pedagang (merchant). Mereka berpotensi mengoperasikan teknik manipulasi sosial (social engineering) untuk membobol sistem dan mencuri data sensitif maupun uang milik korban.
Dampak buruknya turut membayangi para penjual. Kekeliruan yang dibuat oleh agen AI diprediksi bakal meningkatkan klaim chargeback atau permintaan pengembalian dana (refund) dari pelanggan secara masif.
Menariknya, penerbitan dokumen peringatan oleh enam bank ini bertepatan dengan dinamika industri teknologi yang sedang memanas. Laporan tersebut rilis hanya berselang 24 jam setelah ditemukannya kerentanan zero-day pada agen AI milik Meta, Muse. Bahkan, beberapa jam setelahnya, raksasa e-commerce Amazon mengumumkan langkah tegas untuk memblokir Meta Muse agar tidak dapat melakukan pembelian otomatis di platform mereka.
Pihak perbankan menegaskan, meskipun agentic commerce memiliki potensi besar dalam mengubah masa depan transaksi digital, jaminan perlindungan hukum dan sistem keandalan teknis bagi konsumen maupun pedagang harus disiapkan secara matang terlebih dahulu.
Â
Â
Advertisement
Usulkan 5 Prinsip Utama untuk Industri AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3132819/original/013121200_1589889541-buy-3692440_1920.jpg)
Menanggapi berbagai risiko tersebut, keenam bank global menyepakati usulan lima prinsip utama yang harus diterapkan dalam ekosistem agentic commerce:
- Transparansi: Pengguna dan pedagang wajib mengetahui secara pasti saat AI terlibat dalam transaksi, termasuk memahami logika dasar pengambilan keputusan sistem.
- Keamanan (Safety): Perusahaan AI dan penyedia layanan diminta menjamin keamanan konsumen serta pedagang melalui metode pembayaran terenkripsi.
- Privasi dan Perlindungan Data: Konsumen harus memegang kendali penuh atas data pribadi dan informasi finansial mereka.
- Kebebasan Memilih (Choice): Pengguna tetap memiliki hak bebas memilih metode pembayaran atau layanan tanpa dibatasi oleh batasan sistem tertentu.
- Interoperabilitas (Interoperability): Kemampuan berbagai platform dan sistem yang berbeda untuk saling terhubung secara aman tanpa menyisakan celah kerentanan.
Meskipun saat ini kelima prinsip tersebut masih bersifat usulan dan panduan sukarela dari sektor perbankan, inisiatif ini mempertegas bahwa lonjakan adopsi kecerdasan buatan dalam lanskap e-commerce membawa tantangan baru. Keamanan sistem dan proteksi konsumen kini menjadi aspek yang tidak bisa ditawar lagi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/995370/original/077550100_1442805926-shopping-cart-ecommerce-keyboard-ss-1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613966/original/012898100_1697536047-levart_photographer-drwpcjkvxuU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339557/original/031199000_1788420098-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_2.19.18_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399810/original/068925400_1762009108-OPENAI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357656/original/068951300_1790272311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345753/original/062680000_1789090386-IMG_20260907_112123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357799/original/008162300_1790307755-Harry_Lee_untuk_Liputan6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739042/original/055721400_1707471221-IMG_20240209_155347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324574/original/033265900_1608024222-racism-5266891_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356723/original/028502500_1790219109-Menkomdigi.webp)