Liputan6.com, Jakarta - Lanskap ancaman digital telah berubah secara radikal dalam satu dekade terakhir. Jika dulu kita hanya mengenal virus yang merusak file fisik, kini dunia menghadapi serangan siber yang jauh lebih mematikan seperti ransomware, pencurian data kredensial, hingga serangan fileless (tanpa file).
Hal inilah yang mendasari pernyataan berani dari Yudhi Kukuh, pakar keamanan siber sekaligus CTO Prosperita Group, bahwa era "antivirus" secara fungsional telah berakhir.
"Antivirus is dead, karena saat ini ancamannya bukan cuma virus, melainkan malware yang sangat kompleks. Kita bicara soal malicious software yang bisa menyusup ke memori tanpa meninggalkan jejak file di dalam sistem operasi. Jika alat pertahanan kita masih memakai pola pikir antivirus lama, kita sudah pasti tertinggal jauh dari para penjahat siber," ujar Yudhi, Rabu (6/5/2026) di Jakarta.
Advertisement
Berdasarkan data pantauan dari platform research and development (R&D) Prosperita Group, AwanPintar.id, intensitas serangan siber yang mengarah ke wilayah Indonesia sangat masif, menyentuh angka miliaran per hari.
Pantauan Tekno Liputan6.com dalam laporan terbaru AwanPintar.id, rata-rata serangan siber dari satu buah perangkat saja--dalam sehari selama tahun 2025--menembus angka 1.009.404 serangan.
"Angka itu untuk satu buah perangkat. Angka miliaran per hari merupakan data yang kami olah di lebih dari satu perangkat," klaim Yudhi.
Angka ini mencakup segala bentuk upaya peretasan, mulai dari bot otomatis yang memindai celah keamanan hingga serangan terstruktur yang mengincar institusi keuangan. Kecepatan dan volume serangan ini membuat intervensi manusia secara manual menjadi mustahil dilakukan tanpa bantuan teknologi cerdas.
AI dan ML Jadi Solusi
Solusi utama untuk membendung banjir serangan ini adalah penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning (ML). Yudhi mengungkapkan bahwa perusahaan keamanan siber ESET sebenarnya telah menerapkan prinsip dasar AI jauh sebelum teknologi ini menjadi tren dunia lewat teknologi bernama ThreatSense.
Teknologi ini bekerja menggunakan logika heuristik—sebuah kemampuan mesin untuk menebak dan mengenali pola perilaku berbahaya, alih-alih hanya mencocokkan nama virus berdasarkan database yang sudah ada.
"Bayangkan seperti bermain tebak-tebakan. Mesin diberikan ciri-ciri: objek ini berbentuk panjang, warnanya kuning, dan termasuk kategori buah. Mesin akan otomatis mencoret opsi jeruk atau apel, lalu menyimpulkan itu adalah pisang. Begitu juga dengan malware; meski penyerang mengubah kode atau nama filenya sejuta kali, pola perilakunya di dalam dapur pacu tetap bisa dideteksi oleh AI kami," papar Yudhi secara mendalam.
Namun, Yudhi juga memberikan peringatan penting bahwa AI adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, AI membantu tim keamanan mendeteksi celah keamanan kuno yang selama puluhan tahun tidak terdeteksi manusia—seperti penemuan kerentanan kritis pada sistem operasi Linux baru-baru ini.
Advertisement
Sistem Keamanan Siber Harus Proaktif
Di sisi lain, para penjahat siber juga menggunakan AI untuk merancang serangan yang lebih personal, otomatis, dan sulit dideteksi oleh sistem keamanan standar.
Saat ini, peretas mulai menggunakan AI untuk melakukan manipulasi perintah agar mesin keamanan menganggap aktivitas jahat mereka sebagai aktivitas normal.
Inilah sebabnya mengapa sistem keamanan siber di perusahaan harus bersifat AI native. Keamanan tidak boleh lagi hanya bersifat reaktif menunggu serangan datang, tetapi harus proaktif memantau setiap "gejala" atau anomali digital secara real-time.
"Keamanan siber saat ini seperti adu balap antara polisi dan maling. Keduanya menggunakan teknologi terbaru. Oleh karena itu, kita butuh AI untuk menganalisis serangan setiap detik. Tanpa bantuan AI, tim IT mana pun--seberapa hebat pun mereka--akan kewalahan menghadapi miliaran serangan yang masuk ke sistem mereka setiap harinya," Yudhi memungkaskan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/155/original/044152800_1745337825-WhatsApp_Image_2025-04-22_at_10.54.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5579842/original/048824100_1778090196-IMG_4152.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/419279/original/055825100_1744875499-Yus_01.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4801887/original/064832300_1713169043-Redmi_Pad_Pro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5621517/original/001783000_1778211435-id-feature-all-new--open-type-design-542189898.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5620837/original/055689000_1778210335-1-3-900x596.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435856/original/061117500_1765099628-Macbook_Air_M4_13_Inci_07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5619193/original/045142600_1778207266-cropped-5a3b0d1a-0247-41cf-adf9-24acec59432b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5620531/original/035452900_1778209796-notebook-latitude-14-7440-t-gray-gallery-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4049360/original/070946000_1654889194-Canggih_dan_Stylish__Huawei_Rilis_Dua_Smartwatch_Baru_untuk_Tunjang_Gaya_Hidup_Sehat_Masa_Kini__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4747859/original/050604200_1708416631-Redmi_A3_hadir_di_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5622570/original/060165800_1778213467-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_23.24.00.jpeg)