OpenAI Tunda Tanpa Batas Chatbot Dewasa, Kekhawatiran soal Dampaknya Mencuat

OpenAI dilaporkan menunda tanpa batas rencana peluncuran chatbot dewasa untuk pengguna 18 ke atas, kira-kira kenapa ya?

Diterbitkan 27 Maret 2026, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI kabarnya telah mengambil keputusan untuk menunda tanpa batas waktu rencana peluncuran chatbot dewasa. Langkah ini diambil setelah muncul kekhawatiran dari internal perusahaan dan pihak investor.

Dilansir The Financial Times, Jumat (27/3/2026), keputusan chatbot erotis batal dirilis terkait dampak sosial dari kecerdasan buatan (AI) yang bersifat seksual, di tengah meningkatnya sorotan global terhadap risiko keterikatan emosional pengguna dengan chatbot.

Tak hanya itu, batalnya peluncuran chatbot erotis ini juga karena perusahaan ingin kembali fokus mengutamakan produk inti mereka.

Kabar ini menjadi sorotan karena rencana fitur untuk pengguna dewasa tersebut sempat menjadi pembicaraan sejak tahun lalu. The Verge melaporkan, mode ini semula dirancang sebagai “adult mode” untuk ChatGPT.

Akan tetapi, perusahaan bentukan Sam Altman tersebut menilai bukti empiris tentang dampak jangka panjang interaksi erotis dengan AI masih belum cukup kuat. Selain itu, OpenAI juga menyadari efek seksual terhadap perilaku pengguna, termasuk keterikatan tidak sehat dengan AI.

Di saat sama, perusahaan juga baru-baru ini dilaporkan ingin kembali menaruh perhatian pada produk inti dan kemampuan AI lebih luas, bukan memperluas eksperimen ke area berisiko tinggi secara sosial atau reputasi.

Keputusan untuk menghentikan chatbot erotis ini muncul hanya beberapa hari setelah perusahaan resmi mematikan layanan video AI mereka, yakni Sora.

Ide chatbot versi dewasa ini muncul OpenAI mengumumkan akan menambahkan kontrol orang tua dan fitur deteksi usia otomatis untuk ChatGPT.

Kala itu, CEO Sam Altman mengatakan, perusahaan selalu berhati-hati tentang masalah tersebut karena kekhawatiran seputar keterikatan AI tidak sehat, tetapi merasa yakin mereka dapat "dengan aman melonggarkan pembatasan dalam sebagian besar kasus."

OpenAI Tutup Sora

OpenAI Tutup Sora, Aplikasi AI Video yang Sempat Viral Kini Resmi Pamit. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Di sisi lain, OpenAI resmi mengumumkan akan menghentikan Sora, aplikasi pembuat video berbasis AI buatan mereka yang mencuri perhatian banyak pihak saat dirilis pertama kali pada akhir 2024.

Kabar Sora ditutup ini disampaikan langsung lewat unggahan di X pada Selasa sore waktu setempat, di mana perusahaan menulis, "Kita mengucapkan selamat tinggal pada Sora."

"Kepada semua yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih. Apa yang telah Anda buat dengan Sora sangat berarti, dan kami tahu berita ini mengecewakan. Kami akan segera berbagi informasi lebih lanjut, termasuk jadwal untuk aplikasi dan API serta detail tentang cara melestarikan karya Anda," sebagaimana dikutip dari cuitan Sora di X, Rabu (25/3/2026). 

Hingga berita ini ditulis, OpenAI masih belum merinci kapan aplikasi dan layanan API terkait dengan Sora ini bisa diakses oleh pengguna atau developer. Perusahaan hanya mengatakan, informasi lebih detail akan dibagikan kemudian.

Keputusan OpenAI tutup Sora ini membuat banyak pihak terkejut dan mencuri perhatian, terutama bagi para pengguna yang masih memakai aplikasi pembuat video AI ini sebagai salah satu produk kreatif paling mencolok dari OpenAI.

Walau sempat menembus posisi atas di App Store Amerika Serikat usai debut, performa aplikasi ini dikabarkan semakin melambat. Data dari Appfigures yang dikutip TechCrunch menunjukkan, unduhan Sora turun 32 persen dari November ke Desember, dan kembali naik 45 persen pada Januari 2026.

Fokus ke Core Bisnis OpenAI

Ilustrasi OpenAI dan jawaban dari ChatGPT. (AP Photo/Michael Dwyer, File)

Dalam pernyataan kepada Engadget, juru bicara OpenAI menjelaskan alasan utama di balik langkah ini. "Kami telah memutuskan untuk menghentikan Sora di aplikasi dan API konsumen," katanya.

Ia menambahkan, "Seiring dengan meningkatnya fokus dan permintaan komputasi, tim riset Sora terus berfokus pada penelitian simulasi dunia untuk memajukan robotika yang akan membantu orang memecahkan tugas-tugas fisik di dunia nyata."

Perubahan sejalan dengan strategi perusahaan bentukan Sam Altman belakangan ini, di mana OpenAI semakin kuat mengincar pengguna profesional dan pelanggan enterprise.

Reuters melaporkan, perusahaan sedang mengalihkan perhatian ke area dinilai lebih dekat dengan jalur profit, seperti coding tools, software untuk perusahaan, robotika, dan ambisi memimpin di bidang AGI.

Bagi pengguna, satu hal kini dinanti adalah jadwal resmi penghentian layanan Sora. OpenAI hingga saat ini hanya menyatakan akan segera membagikan informasi lebih rinci soal timeline penutupan Sora dan cara menyimpan video yang sudah dibuat pengguna.