Telkom Targetkan Autonomous Network Berbasis AI

Meski Telkom tidak lahir sebagai perusahaan AI, semangat untuk melengkapi setiap proses bisnis dengan AI menjadi prioritas utama.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 08:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memacu transformasi menjadi perusahaan AI Native dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke seluruh lini bisnisnya, terutama pada infrastruktur jaringan inti (core network).

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi investasi dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan secara real-time.

Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, menegaskan meski Telkom tidak lahir sebagai perusahaan AI, semangat untuk melengkapi setiap proses bisnis dengan teknologi AI menjadi prioritas utama. Salah satu target ambisius perusahaan adalah mewujudkan Autonomous Network atau jaringan otonom.

"Ke depan, jaringan harus semakin mandiri. Kami sedang bekerja sama dengan mitra global seperti Google untuk membangun jaringan yang bisa self-healing. Jika ada gangguan, sistem AI akan melakukan perbaikan sendiri melalui auto-routing tanpa harus menunggu intervensi manual yang lama," kata Komang, Senin (2/3/2026) di Jakarta.

Penerapan AI di perusahaan sudah dimulai dengan tahap perencanaan. Komang mencontohkan, dalam penggelaran kabel serat optik (fiber optic), Telkom menggunakan AI untuk memprediksi tingkat permintaan (demand) di suatu wilayah.

"Hal ini memastikan pembangunan infrastruktur tepat sasaran dan meminimalisir investasi yang sia-sia," ucap Komang.

Tak hanya di jaringan kabel, di sisi seluler (Telkomsel), penggunaan AI telah diterapkan pada ribuan Base Transceiver Station (BTS).

 

Perkuat Infrastruktur

"AI bertugas memprediksi kebutuhan daya dan bahan bakar hingga melakukan optimasi routing saat terjadi blank spot atau gangguan transmisi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 139 use case AI yang sukses diimplementasikan di lingkungan anak perusahaan Telkom," Komang menjelaskan.

Ia menuturkan AI bukan sekadar tren bagi perusahaan, tapi alat untuk efisiensi. Misalnya, dengan AI perusahaan bisa memprediksi kapan baterai BTS harus diganti sebelum rusak, sehingga layanan ke pelanggan tidak terputus.

Untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang sangat berat, Telkom juga memperkuat infrastruktur fisik melalui anak perusahaannya, Telkom Data Center Ecosystem (TDE).

 

Beralih dari CPU ke GPU

Mengingat AI mengelola data dalam bentuk visual dan video yang kompleks, Telkom kini beralih dari penggunaan CPU (Central Processing Unit) ke GPU (Graphical Processing Unit).

"Dulu komputer biasa cukup pakai CPU. Sekarang dengan AI, kita butuh GPU agar pemrosesan data jauh lebih cepat. Infrastruktur data center kami sudah disiapkan untuk melayani kebutuhan ini bagi internal maupun pelanggan korporasi," kata Komang.

Dengan strategi AI Native ini, Telkom optimistis dapat memberikan layanan telekomunikasi yang lebih stabil dan responsif, sekaligus memposisikan diri sebagai pemimpin pasar dalam ekosistem digital di Indonesia.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)