GTA 6 Terancam Gagal Masuk GOTY 2026, Ini 5 Game yang Berpeluang Menang

GTA 6 memang difavoritkan, namun faktor keterlambatan jadwal rilis dan deretan game ambisius lain membuat persaingan GOTY 2026 makin memanas.

Diterbitkan 06 Januari 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Grand Theft Auto 6 (GTA 6) kembali membuka tahun dengan kandidat unggulan utama dalam perebutan Game of the Year (GOTY) 2026. Namun, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa gelar tersebut belum tentu otomatis jatuh ke tangan Rockstar Games.

Satu faktor yang kembali menjadi sorotan adalah jadwal rilis. GTA 6 mengalami penundaan rilis dari Mei 2026 kemudian menjadi November 2026 yang justru membuka jalan bagi Clair Obscur: Expedition 33 mencetak sejarah dengan kemenangan besar di The Game Awards 2025.

Kini, mendekati GOTY 2026, situasinya hampir sama. GTA 6 dijadwalkan rilis pada 19 November 2026--waktu yang berdekatan dengan penilaian The Game Awards. Keterlambatan sedikit saja, membuatnya bergeser ke persaingan GOTY 2027.

Dikutip dari Polygon, Selasa (6/1/2026), secara kualitas GTA 6 tetap dianggap sulit ditandingi. Namun, sejarah membuktikan bahwa game besutan Rockstar itu bukan tidak terkalahkan. Red Dead Redemption 2 harus mengakui keunggulan God of War pada 2018, sementara GTA 5 kalah pamor dari The Last of Us dalam berbagai seremoni penghargaan.

Menariknya, status GTA 6 sebagai game raksasa justru bisa menjadi kelemahan. Juri dan kritikus kerap mencari alternatif yang menawarkan pendekatan artistik agar persaingan tetap menarik dan tidak terkesan satu arah.

Lantas, game apa saja yang berpotensi menantang dominasi GTA 6 di GOTY 2026? Meski peta industri masih bisa berubah--mengingat banyak judul besar rawan penundaan dan beberapa publisher belum membuka rencana rilis--sejumlah game berikut dinilai memiliki peluang realistis.

Berikut Daftar Game yang Menggoyangkan Dominasi GTA 6 di Game of the Year 2026

1. Control Resonant

Sekuel dari Control garapan Remedy Entertainment ini disebut sebagai pesaing paling terkuat. Remedy dikenal konsisten menghadirkan game aksi-petualangan dengan dengan pendekatan visual tinggi, narasi beragam, serta kualitas teknis yang matang.

Pendahulunya sukses mengantongi delapan nominasi The Game Awards 2019, sementara Alan Wake 2 nyaris merebut GOTY 2023. Dengan debut trailer yang mencuri perhatian di The Game Awards 2025, Control Resonant tak bisa dipandang sebelah mata

2. Resident Evil Requiem

Capcom kembali mengandalkan kekuatan salah satu waralaba andalannya. Dalam beberapa tahun terakhir, seri Resident Evil hampir selalu hadir di daftar nominasi GOTY.

Meski peluang menang tidak sebesar GTA 6, Capcom hampir selalu berhasil menjaga kualitas. Kehadiran Resident Evil Requiem diyakini kembali mengamankan tempat di jajaran kandidat.

3. Marvel’s Wolverine

Game Marvel’s Wolverine dari Insomniac Games menjadi salah satu proyek dengan skala produksi terbesar tahun ini. Dari sisi anggaran dan nilai produksi, game ini termasuk sedikit judul yang mampu menyaingi ambisi GTA 6.

Insomniac dikenal rajin mengoleksi nominasi di The Game Awards, meski jarang menang. Namun, pendekatan lebih gelap, karakter yang lebih brutal, dan aksi yang jauh lebih keras dibanding Spider-Man bisa menjadi pembeda signifikan.

4. Fire Emblem: Fortune’s Weave

Nintendo hampir selalu punya wakil di kategori GOTY. Meski belum jelas apa judul game  utama mereka untuk akhir 2026, Fire Emblem: Fortune’s Weave dinilai cukup kuat untuk mengisi kekosongan tersebut.

Seri Fire Emblem memang tidak sepenuhnya tumbuh secara popularitas dan reputasi kritis. Gaya cerita ala anime dan gameplay taktisnya kian diterima pasar arus utama.

5. The Blood of Dawnwalker

Peran juri Eropa dalam The Game Awards semakin signifikan, terutama dalam mendukung RPG berskala besar. The Blood of Dawnwalker, proyek perdana Rebel Wolves, berpotensi menarik dukungan tersebut.

Studio ini dihuni oleh pengembang berpengalaman yang sebelumnya terlibat dalam The Witcher 3. Dengan pendekatan yang serupa, game ini dinilai mampu mencuri perhatian dan menjadi kuda hitam di GOTY 2026.

Peluncuran GTA 6 bakal Ditunda Lagi hingga 2027?

Spekulasi mengenai potensi penundaan rilis Grand Theft Auto VI (GTA 6) hingga tahun 2027 kembali memanas di jagat maya.

Kabar ini memicu gelombang kekecewaan di kalangan penggemar yang sebelumnya sempat 'marah' karena pergeseran jadwal rilis dari pihak pengembang, Rockstar Games.

Isu itu berkembang pesat setelah sejumlah unggahan di media sosial mengklaim bahwa Rockstar telah memutuskan untuk mengundur jadwal peluncuran judul game yang paling dinantikan tersebut.

Sebagai catatan, GTA 6 awalnya dijadwalkan meluncur pada 26 Mei 2026. Namun, pada Oktober 2025, Rockstar mengonfirmasi bahwa mereka tidak dapat memenuhi target tersebut.

Pihak studio kemudian merevisi tanggal peluncuran menjadi 19 November 2026 dengan alasan kebutuhan pengembangan lebih lanjut.

Sejak saat itu, ruang digital terus dipenuhi oleh antisipasi sekaligus misinformasi terkait tanggal pasti peluncuran game itu.

Respons Orang Dalam Rockstar Games

Menanggapi isu penundaan ke tahun 2027 yang kian liar, Reece "Kiwi Talkz" Reilly, seorang informan yang dikenal memiliki rekam jejak akurat terkait Rockstar, memberikan klarifikasi.

Reilly yang sebelumnya berhasil memprediksi pergeseran rilis dari Mei ke November sebelum pengumuman resmi, membantah keras klaim tersebut.

"Ini benar-benar omong kosong. Saya bisa konfirmasi bahwa pengembangan GTA 6 masih terlalu jauh untuk menentukan apakah penundaan lain memang diperlukan atau tidak," tulis Reilly melalui akun X resminya.

Ia menambahkan bahwa narasi yang beredar saat ini lebih didorong oleh engagement di media sosial ketimbang informasi yang terverifikasi.

Reilly juga memperingatkan dampak negatif dari pembocoran informasi teknis game yang menurutnya hanya akan merusak hubungan kerja dengan para pengembang.