Sukses

Samsung Galaxy S23 dan S23 Plus Dapat Restu dari FCC, Spesifikasinya?

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah HP Samsung dengan kode nama SM-S911B dan SM-S916B muncul di situs Federal Communications Commission (FCC), dan sudah mengantongi sertifikasi.

Mengutip Droid Life via Android Police, Rabu (30/11/2022), kedua kode nama tersebut kemungkinan besar adalah Galaxy S23 dan Galaxy S23 Plus.

Meski demikian, daftar di FCC tersebut mengungkap sejumlah detail penting tentang hardware di lini Galaxy S23. Pertama adalah tentang chipset kedua ponsel kini pakai prosesor milik Qualcomm.

Huruf "B" di nomor model menunjukkan ponsel ini adalah HP Samsung untuk pasar Eropa, dan mengonfirmasi rumor lama Samsung tidak lagi pakai Exynos di Eropa dan negara lainnya.

Selain pakai Snapdragon 8 Gen 2, diketahui juga informasi tentang kapasitas baterai di ponsel baru milik Samsung tersebut.

Galaxy S23 akan menggunakan baterai berkapasitas 3,900mAh, dan Galaxy S23 Plus berdaya sebesar 4,700mAh. Diketahui, Galaxy S22 memiliki daya 3,700mAh dan S22 Plus pakai 4,500mAh.

Bila tren peningkatan baterai 200mAh ini juga diadopsi ke Galaxy S23 Ultra, maka besar kemungkinan kita akan mendapati ponsel Samsung ini menggunakan daya sebesar 5,200mAh.

Samsung disebutkan bakal meluncurkan seri Galaxy S23 dalam acara tahunan mereka, yakni Unpacked.

Walau Samsung belum mengonfirmasi kapan pastinya, media asal Korea melaporkan Galaxy Unpacked 2023 akan digelar di San Francisco. Mengutip Korea JoongAng Daily via GSM Arena, Rabu (30/11/2022), peluncuran seri Galaxy S23 ini digelar pada pekan pertama bulan Februari 2023.

Meski tidak mengungkap tanggal berapa, besar kemungkinan acara ini tidak jauh berbeda dengan tanggal peluncuran Galaxy S22 pada 9 Februari 2022.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Samsung Bakal Pasang Koneksi Satelit di Galaxy S23

Tampilan Samsung Galaxy S22 Ultra (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Lebih lanjut, Samsung tampaknya tertarik untuk membawa fitur koneksi satelit seperti iPhone 14 ke lini Galaxy S23.

Mengutip EtNews via Android Central, Minggu (27/11/2022), Samsung bakal bekerja sama dengan Iridium Communication untuk mewujudkan rencana tersebut.

Diketahui, Iridium merupakan perusahaan komunikasi satelit global yang bermarkas di McLean, Virginia, AS.

Dengan kolaborasi ini, Samsung bertujuan untuk menyediakan layanan komunikasi suara dan data menggunakan 66 satelit komunikasi orbit rendah.

Perusahaan asal Korea tersebut kabarnya sudah mengerjakan teknologi ini dari dua tahun lalu, namun masih menemukan kendala teknis.

Adapun kendala tersebut adalah bagaimana caranya membuat antena di ponsel sekecil mungkin sehingga bisa masuk ke dalam bodi HP Android.

 

3 dari 4 halaman

Huawei Duluan Pasang Koneksi Satelit di Mate 50

Huawei Mate 50 Pro (Huawei)

Sebelum Apple dengan iPhone 14-nya, Huawei sudah lebih awal meluncurkan Mate 50 Pro dengan koneksi satelit mereka.

Huawei menyebutkan, Mate 50 dan Mate 50 Pro akan mengizinkan pengguna mengirimkan pesan melalui jaringan satelit Tiongkok BeiDou. Dengan begitu, pengguna masih bisa terhubung di area tanpa konektivitas seluler.

Sementara Apple bekerja sama dengan jaringan Globalstar untuk memungkinkan fitur Emergency SOS mereka berfungsi di IPhone 14 series dan iPhone mendatangnya.

Bebarapa pihak meyakini, keputusan Samsung memasang koneksi satelit di Galaxy S23 ini untuk dapat mendahului peluncuran Android 14.

Dari bocoran saat ini beredar di internet, Android 14 akan mendukung koneksi satelit secara langsung. Gandeng Google Garap Chipset Anyar

 

4 dari 4 halaman

Samsung Kolab dengan Google Bikin Chipset Ponsel

Google akan produksi chipset untuk produk mobile terbaru mereka. (Doc: Gizchina)

Samsung dikabarkan tengah bekerja sama dengan Google untuk mengembangkan chipset terbaru yang akan dipakai untuk seri Galaxy S. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pembocor dengan akun Connor @OreXda.

Dikutip dari Phone Arena, Minggu (20/11/2022), selain dengan Google, Samsung juga disebut menggandeng AMD dalam menggarap chipset ini. Menurut laporan, chipset baru ini akan siap digunakan untuk perangkat yang rilis pada 2025.

Dalam laporannya, chipset ini diklaim akan menjadi yang paling stabil dan bertenaga di lini smartphone Galaxy.

Chipset ini disebut akan terdiri dari dua inti berkinerja tinggi, empat inti yang berjalan dengan kecepatan clock lebih rendah, dan empat inti hemat energi.

Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Samsung bekerja sama dengan Google. Sebelumnya, kedua perusahaan berkolaborasi untuk memproduksi chipset Google Tensor untuk seri Pixel.

(Ysl/Dam)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS