Sukses

Ukuran Bodi Samsung Galaxy S23 Beredar di Internet, Sebesar Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Samsung dijadwalkan bakal meluncurkan ponsel flagship Galaxy berikutnya, Galaxy S23 pada awal tahun depan.

Walau masih belum ada tanggal pasti, berbagai bocoran informasi terkait HP Android seri Galaxy S23 ini sudah mulai banyak beredar di internet. Khususnya, seri Galaxy S23 Ultra.

Disebut-sebut bakal mengusung kamera utama berkemampuan 200MP, dan bocoran terkini tentang Galaxy S23 Ultra datang dari ukuran bodi ponsel premium tersebut.

Kabar ukuran bodi Galaxy S23 Ultra ini datang dari blogger teknologi populer @Iceuniverse. Dia mengatakan, Galaxy S23 Ultra akan memiliki dimensi 163,4 x 78,1 x 8,9 mm.

Sebagai perbandingan, ukuran bodi Galaxy S22 Ultra adalah 163,3 x 77,9 x 8,9mm. Dari bocoran ini, tampaknya ukuran kedua model Ultra tersebut tidak terlalu jauh berbeda satu sama lain.

@Iceuniverse mengklaim, Galaxy S23 Ultra menjadi flagship dengan perubahan paling kecil dalam sejarah HP Android buatan Samsung hingga saat ini.

Mengutip Gizchina, Senin (22/8/2022), divisi Samsung Electronics Mobile Experience (MX) mengonfimasi Galaxy S23 Ultra akan dilengkapi dengan sensor kamera 200 megapiksel.

Ponsel ini akan menggunakan sensor 200MP yang belum dirilis, yakni ISOCELL HP2. Galaxy S23 Ultra juga dilengkapi dengan baterai 5000mAh, dan sudah pakai prosesor Snapdragon 8 Gen 2.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Samsung Galaxy S23 Cuma Pakai Chip Snapdragon

Tampilan Samsung Galaxy S22 Ultra (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Diketahui, Samsung adalah salah satu perusahaan yang membuat chip mereka sendiri. Walau chip buatannya mereka terpasang di ponsel flagship, performanya jauh dari memuaskan ketimbang pesaing mereka.

Salah satu contoh adalah performa Exynos 2200 yang dirasa kurang memuaskan bagi banyak pengguna, ketimbang dengan chipset Snapdragon 8 Gen 1.

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menjawab pertanyaan salah satu analis setelah pengumuman keuangan kuartal perusahaan.

Sang CEO mengungkap, 75 persen unit Galaxy S22 sudah ditenagai oleh chipset Snapdragon dan persentasenya akan meningkat pada tahun depan.

“[Kami] 75 persen menggunakan Galaxy S22 sebelum perjanjian. Anda harus berpikir kami akan jauh lebih baik dengan Galaxy S23 dan seterusnya,” kata Amon.

Amon tidak mengklaim akan 100 persen pakai chip Snapdragon, tetapi tidak ada banyak ruang antara 75 hingga 100 persen dimana beda model akan menggandakan upaya memberikan dukungan software.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Perpanjang Kemitraan

Tampilan Samsung Galaxy S22 Ultra (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Qualcomm dan Samsung sendiri baru-baru ini mengumumkan telah memperpanjang kemitraan mereka hingga 7 tahun mendatang, dan aktif sampai 2030 yang mencakup perangkat 3G, 4G, 5G, dan (akhirnya) 6G.

Kemitraan Qualcomm dan Samsung ini juga berkembang di luar smartphone Galaxy untuk memasukkan Galaxy Book, PC Windows, tablet Galaxy, perangkat extended reality, dan perangkat lainnya,” kata Amon.

Apakah ini akhir dari divisi Exynos? Tidak, kata Samsung, tetapi perlu ditata ulang. Dalam jangka pendek, perusahaan akan berusaha untuk memperluas chip Exynos ke perangkat lainnya, seperti wearable.

Saat penjualan dengan dua chip, varian yang didapat tergantung dari pasar pengguna berada. Di Amerika Serikat, seri Galaxy S dan Note hadir secara eksklusif dengan chip Qualcomm, sehingga berbeda dari apa yang didapatkan pengguna di Eropa dan Asia.

 

4 dari 4 halaman

Snapdragon Dinilai Lebih Unggul

Ilustrasi menulis dengan S Pen di Samsung Galaxy S22 Ultra. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Di masa lalu, di hampir setiap situasi saat Samsung menghadirkan varian Snapdragon dan Exynos pada ponselnya, chip Snapdragon dilaporkan lebih unggul daripada chip buatan perusahaan, atau memiliki daya tahan baterai yang lebih baik.

Prosesor Qualcomm juga dinilai cenderung menawarkan pengalaman yang lebih stabil untuk aplikasi dan game.

Sementara di bulan April lalu, Presiden Samsung TM Roh dikabarkan mengatakan ke karyawan, mereka sedang mengerjakan chipset yang akan jadi "unik" untuk smartphone Samsung.

Namun, tidak ada penjelasan bagaimana komponen tersebut akan berbeda dari desain Exynos garapan Samsung yang sudah ada sebelumnya.

(Ysl/Tin)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.