Sukses

Catat, Ini 7 Cara Optimalkan Keamanan Akun Telegram

Liputan6.com, Jakarta - Keamanan data telah menjadi perhatian penting untuk semua aplikasi digital, tak terkecuali Telegram. Aplikasi chatting itu sudah membenamkan fitur untuk memastikan keamanan pengunanya.

Salah satu yang cukup dikenal adalah fitur enkripsi end-to-end. Lewat fitur ini, pesan yang dikirimkan tidak dapat diintip oleh pihak lain, termasuk Telegram sebagai pemilik platform.

Namun selain enkripsi end-to-end, Telegram juga memiliki sejumlah fitur lain untuk menjamin keamanan data pengguna sesuai dengan preferensi dan kebutuhannya.

Nah, lantas apa saja fitur tersebut dan cara mengaktifkannya? Bagi kamu yang penasaran, simak daftarnya berikut ini seperti dikutip dari keterangan resmi Telegram, Jumat (27/5/2022).

1. Sembunyikan Nomor Teleponmu

Kamu tidak perlu khawatir nomor teleponmu akan tersebar karena sekarang ada fitur untuk menyembunyikannya di Telegram. Dengan cara ini, kamu dapat menyembunyikan nomor teleponmu dari orang asing.

Untuk melakukannya, kamu tinggal buka opsi Setting di aplikasi Telegram, pilih Privacy and Security, lalu Phone Number. Setelahnya, kamu bisa langsung memilih opsi 'Tidak Ada' dalam bagian 'yang dapat melihat nomor telepon saya'.

Hanya perlu diingat, pengguna Telegram lain masih dapat melihat nomor teleponmu jika kamu menyimpan nomor mereka dan melakukan sinkronisasi kontak dengan Telegram.

2. Manfaatkan Fitur Lock Chat

Telegram memiliki keunggulan karena sistem chat yang berbasis cloud. Dengan cara ini, pengguna bisa mengakses percakapan mereka dalam beberapa waktu bersamaan, termasuk memudahkan untuk mengakses akun Telegram dari perangkat baru.

Namun untuk kamu yang membutuhkan keamanan ekstra, Telegram menyediakan fitur lock chat. Dengan cara ini, pesan akan terkunci secara otomatis setelah tidak digunakan selama beberapa menit.

Kamu dapat mengaktifkannya dengan membuka menu Setting, pilih Privasi and Security, Passcode and Touch, lalu pasang PIN atau Touch. Kamu juga bisa mengaktifkannya dengan mengklik ikon lock chat di bagian atas aplikasi Telegram.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Langkah Lain

3. Matikan People Nearby

Fitur People Nearby memang memudahkan pengguna untuk berkenalan dengan teman baru yang ada sekitarnnya, tapi bertukar nomor telepon. Untuk itu, bagi kamu yang pernah mengaktifkannya, selalu ingat untuk mematikannya kembali.

4. Pakai Fitur Self-Destruct Chat

Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghapus pesan yang dikirimkan secara otomatis, baik di perangkat pengirim maupun penerima.

Kamu cukup mengklik ikon jam, lalu pilh batas waktu yang kamu inginkan untuk mengaktifkan fitur ini. Setelah waktunya habis, pesan tersebut akan langsung terhapus otomatis.

Perlu diketahui, Telegram juga akan memberi tahu pengguna apabila penerima melakukan screenshot pada pesan dengan fitur self-destruct .

5. Batasi Undangan Masuk Grup

Telegram juga memiliki fitur agar kamu tidak seenaknya diajak masuk bergabung dalam sebuah grup. Cukup masuk ke opsi Setting, Privacy and Security, dan pilih Group.

Dari situ, kamu bisa mengatur siapa saja yang bisa mengundangmu masuk dalam grup. Jadi, kamu bisa terhindar dari undangan masuk grup yang tidak kamu kenal.

6. Aktifkan Protected Content di Grup dan Channel

Fitur baru ini membantu para kreator untuk melindungi konten yang mereka publikasikan di Telegram dan memastikan konten tersebut memang tersedia untuk audiens yang dituju.

Oleh sebab itu, fitur ini memungkinkan pemilik grup atau channel menyimpan konten mereka hanya untuk anggota, membatasi pesan yang bisa diteruskan (forward), termasuk mencegah screenshot dan membatasi kemampuan menyimpan media yang dibagikan.

7. Hapus Pesan Berdasarkan Tanggal

Kini, Telegram juga memberikan kendali penuh pada pengguna terkait dengan jejak digital mereka. Lewat fitur baru ini, pengguna dapat menghapus riwayat obrolan berdasarkan hari atau rentang tanggal tertentu.

3 dari 5 halaman

Telegram Kedapatan Uji Coba Fitur Layanan Berlangganan

Di sisi lain, Telegram kedapatan sedang melakukan uji coba sebuah fitur baru, yang diklaim akan memudahkan untuk penggunanya.

Kabari ini diketahui lewat postingan Alessandro Paluzzi saat "membedah" aplikasi Telegram. Dia mengatakan, pesaing WhatsApp itu bakal meluncurkan layanan berlangganan di masa mendatang.

Sebetulnya kabar fitur baru Telegram ini sudah ramai jadi perbincangan di internet, dimana perusahaan berencana untuk mengembangkan layanan berlangganan di aplikasi chatting buatannya.

Walau begitu, Alessandro menunggah bukti yang sangat kuat tentang kehadiran fitur baru ini di dalam aplikasi Telegram. Sebagaimana dia tunjukkan, layanan berlangganan itu diberi nama "Telegram Premium".

Dilansir Gizchina, Selasa (3/5/2022), fitur Telegram Premium ini diyakini akan tampil dengan sejumlah fitur khusus, termasuk deretan stiker premium, reaksi tambahan, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, Alessandro tidak mengungkap lebih lanjut tentang berapa harga layanan berlangganan tersebut. Dia juga tidak mengatakan, kapan fitur itu menyambangi pengguna Telegram secara global.

Informasi, Telegram bukan satu-satunya aplkasi chatting yang menawarkan layanan berlangganan. Pesaingnya, WhatsApp juga dikabarkan akan menambahkan fitur serupa ke pengguna akun bisnis.

Pesaing WhatsApp ini sudah menambahkan fitur menarik ke dalam layanan mereka, termasuk kemampuan untuk memberikan reaksi di pesan lawan chatting, pesan enkripsi di grup dan kanal, dan menu navigasi baru.

4 dari 5 halaman

Pengguna Telegram Kini Bisa Pilih Berbagai Suara untuk Notifikasi

Selain itu, dalam update terbarunya, Telegram kini mengizinkan pengguna untuk menggunakan suara apa pun untuk nada notifikasinya.

Lewat update ini, pengguna Telegram bisa menggunakan audio berdurasi pendek yang diunggah dari smartphone untuk dijadikan sebagai nada notifikasi dari sebuah chat.

Mengutip The Verge, Selasa (19/4/2022), Telegram menyebut, pihaknya kini mendukung file audio dan pesan suara di bawah 300 KB atau kurang dari 5 detik untuk dijadikan sebagai nada notifikasi.

Pengguna juga dapat menetapkan suara ke obrolan tertentu atau seluruh obrolan dari menu Pengaturan > Notifikasi dan Suara.

Jika pengguna tidak memiliki suara yang mereka ingin dipakai untuk Notifikasi Telegram, mereka bisa memilih dari berbagai opsi, mulai dari bel hingga suara Merlin the cat yang tersedia dari saluran Notifications Sounds Telegram.

Terlepas dari nada notifikasi ini, Telegram juga meluncurkan fitur durasi mute yang bisa diatur sesuai keinginan pengguna.

Sebelumnya, pengguna hanya bisa menonaktifkan notifikasi dengan opsi 1 jam, 8 jam, atau 2 hari. Lewat update baru ini, pengguna punya lebih banyak opsi.

Kini, dengan fitur baru Telegram, pengguna bisa menjeda notifikasi selama perjalanan 30 menit misalnya atau bahkan ingin me-mute notifikasi hingga dua bulan lamanya.

(Dam/Isk)

  

5 dari 5 halaman

Infografis Mekanisme Virtual Police Awasi Pengguna Media Sosial. (Liputan6.com/Trieyasni)